Jakarta, CNN Indonesia -- Berbagai investasi bodong marak ditawarkan di Indonesia sejak satu dekade terakhir. Tak jarang, mereka yang tergiur mendapatkan cuan tanpa jerih payah pun jatuh dalam perangkap.
Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal mencapai Rp114,9 triliun dalam 10 tahun terakhir terakhir atau sejak 2011.
Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito mengatakan besaran kerugian disebabkan mudahnya masyarakat terbujuk iming-iming keuntungan selangit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam melancarkan aksinya berbagai skema menarik dirancang untuk memerangkap masyarakat awam, misalnya lewat arisan online bodong, investasi berkedok kripto, hingga koperasi simpan pinjam (KSP) pun dijadikan modus untuk menipu.
Kendati SWI OJK kerap menutup berbagai investasi bodong, namun ada saja skema investasi tipu-tipu baru yang menjamur. Oleh karena itu, sebaiknya kenali ciri-ciri investasi bodong agar Anda tidak mudah dikelabui seperti berikut.
1. Janji Cuan Gila-gilaan
Membidik untung tentu merupakan salah satu motivasi utama untuk berinvestasi. Namun, hati-hati apabila persentase keuntungan yang ditawarkan malah tak wajar karena bisa jadi janji cuan hanya tawaran hampa.
Agar Anda tergiur, biasanya pelaku bakal menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal. Bahkan, tak sedikit investasi bodong yang memberi keuntungan di awal agar Anda menginvestasikan dana lebih dan setelahnya menghilang tak ada kabar.
Contohnya, Arisan Mami Gaul (AMG) di Banyuwangi yang ramai pada 2017 lalu. Pelaku menawarkan bonus berupa perhiasan emas jika berhasil mengajak orang lain untuk ikut serta.
Pelaku yang biasa disebut Mami Gaul berani menawarkan beberapa macam arisan, meliputi arisan uang, motor, mobil, dan investasi dengan imbal hasil besar.
2. Jaminan Bebas Risiko
Salah satu modus paling umum yang digunakan para entitas bodong adalah mengiming-imingi keuntungan tetap (fixed income) dengan jaminan bebas risiko.
Contohnya, menawarkan keuntungan pasti sekian persen di instrumen aset kripto. Padahal, aset kripto merupakan komoditas berjangka yang artinya nilai dari investasi naik dan turun tidak menentu.
Risiko dan investasi adalah dua sisi mata koin yang tidak bisa dipisahkan. Semakin besar potensi untung yang didapat dari investasi, kian besar pula risiko yang mengintai.Maka itu, pikir dua kali sebelum secara sukarela masuk dalam perangkap investasi bodong.
Untuk meyakinkan Anda, pelaku mungkin saja memberikan testimoni palsu, maka itu jangan cepat percaya dengan tawaran yang diberikan.
Awas Skema Ponzi
Ada beberapa ciri yang menonjol dari investasi bodong, antara lain janji cuan gila-gilaan, jaminan bebas risiko, hingga badan hukum tak jelas. (CNN Indonesia/Adi Maulana).
3. Skema Ponzi
Skema piramida atau ponzi merupakan ciri mencolok dari penipuan keuangan. Jika Anda ditawarkan untung dengan merekrut anggota baru, perlu diwaspadai Anda sedang berhadapan dengan investasi bodong.
Biasanya dalam skema ini Anda bakal diminta untuk membayar dimuka untuk akses keanggotaan. Penipuan skema ponzi tidak jarang menjanjikan kaya instan tanpa harus kerja keras dengan menggaet anggota baru.
4. Tak Terdaftar
Adapun ciri lain yang bisa diantisipasi masyarakat ialah kegiatan usaha lembaga tidak jelas alias tidak megantongi izin atau terdaftar dari instansi yang berwenang.
Selain tak punya izin usaha yang jelas, entitas bodong biasanya juga tak punya alamat dan struktur organisasi yang jelas.
Bila ragu dan bingung dengan tawaran investasi yang datang, OJK menganjurkan Anda untuk menghubungi di hotline 1500 655. Nantinya pihak OJK akan mengecek apakah benar ada perusaahan seperti itu.
5. Badan Hukum Tak Jelas
Dalam sejumlah kasus, lembaga investasi bodong tidak memiliki lembaga resmi meskipun dana kelolaannya bisa mencapai miliaran rupiah.
OJK mengatakan lembaga hukum resmi yang dimaksud berupa Perusahaan Terbuka (PT), persekutuan komanditer (CV), firma, yayasan, dan sebagainya.
Sebagai contoh, dalam kasus Arisan Mami Gaul (AMG), seluruh anggota dikumpulkan melalui grup online chatting. Pelaku berdalih bahwa uang arisan disetor ke bos besar yang berada di luar kota.
Namun, bos besar yang diduga adalah pelaku sendiri tidak pernah memberikan keberadaan jelas. Akibatnya, ketika kedok tipuannya terkuak, para korban sulit melacak.
[Gambas:Video CNN]