Airlangga Klaim CPO RI Sumbang 40 Persen Minyak Nabati di Dunia

CNN Indonesia
Kamis, 02 Dec 2021 07:10 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim sumbangan minyak nabati dari CPO Indonesia yang tinggi karena produktivitasnya meningkat. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim sumbangan minyak nabati dari CPO Indonesia yang tinggi karena produktivitasnya meningkat. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia menyumbang hingga 40 persen dari total produksi minyak nabati di dunia. Sumbangan produksi yang besar tersebut terjadi karena produktivitas CPO yang tinggi.

"Indonesia mampu memproduksi 40 persen dari total minyak nabati," ujar Airlangga di Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2021, Rabu (1/12).

Menurut catatannya, produksi 1 ton CPO hanya membutuhkan lahan 0,3 hektare (ha). Sementara, minyak nabati lain, misal minyak kedelai membutuhkan lahan 2,2 ha.


"Hal ini membuat komoditas minyak sawit relatif unggul dibandingkan minyak nabati pesaing lainnya," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan industri CPO juga memberikan sumbangan ekonomi yang besar bagi Indonesia. Ia mengungkap sumbangan ekonomi CPO melalui ekspor rata-rata mencapai US$20 miliar per tahun.

Sementara dari sisi tenaga kerja, ada lebih dari 16 juta pekerja di sektor ini, baik langsung dan tidak langsung. Selain itu, harga sawit juga terus meningkat dari waktu ke waktu, sehingga memberi kontribusi pada peningkatan pendapatan industri, petani, dan buruh.

"Sawit adalah tulang punggung ekonomi nasional," imbuh dia.

Kendati sudah memberi sumbangan yang besar, namun Airlangga menyatakan pemerintah tetap mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mendukung sektor ini. Tujuannya, agar perkembangan industri bisa berkelanjutan.

Dukungan kebijakan ini, katanya, berupa insentif dan dukungan pembiayaan bagi petani sawit melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Misalnya, pemberian kredit usaha rakyat (KUR) dan dana peremajaan perkebunan sawit.

"Hal ini untuk meningkatkan daya saing produk minyak sawit di pasar nasional maupun internasional," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER