Dana Asing Rp12,5 Triliun Hengkang dari RI Sepekan Ini

CNN Indonesia
Jumat, 03 Dec 2021 18:31 WIB
BI mencatat dana investor asing keluar dari pasar keuangan domestik Rp12,5 triliun dalam sepekan. Angkanya naik hampir 10 kali lipat. BI mencatat dana investor asing keluar dari pasar keuangan domestik Rp12,5 triliun dalam sepekan. Angkanya naik hampir 10 kali lipat. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) mencatat dana investor asing keluar dari pasar keuangan domestik senilai Rp12,5 triliun pada 29 November sampai 2 Desember 2021. Realisasinya meningkat 10 kali lipat dibanding Rp1,29 triliun pada pekan sebelumnya.

"Terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp9,82 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp2,68 triliun," ungkap Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Jumat (3/12).

Berdasarkan realisasi pekan ini, maka total modal asing yang keluar (capital outflow) dari Indonesia meningkat dari Rp18,59 triliun menjadi Rp31,76 triliun pada 1 Januari sampai 2 Desember 2021. Kendati begitu, tingkat premi risiko Credit Default Swaps (CDS) Indonesia 5 tahun tetap stabil di kisaran 87,26 basis poin (bps).


Namun, tingkat imbal hasil (yield) SBN bertenor 10 tahun naik dari level 6,18 persen ke 6,37 persen pada pekan ini. Sebaliknya, yield surat utang AS, US Treasury bertenor 10 tahun justru turun dari level 1,63 persen ke 1,54 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.419 per dolar AS pada akhir perdagangan sore ini. Sedangkan kurs referensi JISDOR BI menempatkan rupiah di Rp14.408 per dolar AS.

Di sisi lain, bank sentral nasional turut mencatat potensi kenaikan harga alias inflasi kebutuhan pokok masyarakat sebesar 0,25 persen secara bulanan dan 1,55 persen secara tahunan. Potensi tersebut diperoleh dari hasil survei pemantauan harga pada pekan pertama Desember 2021.

"Penyumbang utama inflasi Desember 2021 sampai dengan minggu pertama, yaitu komoditas cabai rawit dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,04 persen," katanya.

Selain itu, inflasi juga terjadi di harga cabai merah sekitar 0,02 persen, serta telur ayam ras, sawi hijau, kangkung, sabun detergen bubuk, dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sedangkan komoditas yang menurun harganya alias deflasi, yakni bawang merah dan daging sapi masing-masing sebesar -0,01 persen.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER