50 Persen Listrik Terdampak Gempa Banten Belum Menyala

CNN Indonesia
Jumat, 14 Jan 2022 19:12 WIB
PT PLN (Persero) baru memulihkan 50 persen listrik pelanggan yang terdampak gempa Banten hingga pukul 18.00 WIB, Jumat (14/1). PT PLN (Persero) baru memulihkan 50 persen listrik pelanggan yang terdampak gempa Banten hingga pukul 18.00 WIB, Jumat (14/1). Ilustrasi. (BNPB).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Banten dan sekitarnya pada pukul 16.05 WIB, Jumat (14/1), membuat puluhan ribu pelanggan listrik terdampak pemadaman.

PT PLN (Persero) melaporkan gempa tersebut berdampak pada 296 gardu distribusi di wilayah terdampak. Hingga pukul 18.00 WIB, perusahaan mengklaim baru memulihkan 11.196 listrik pelanggan dari total 21.490 pelanggan yang terdampak.

Kendati demikian, PLN memastikan seluruh layanan bagi 3,6 juta pelanggan listrik di Banten terpantau aman.


Manager PLN UP3 Banten Selatan Irwanto menjelaskan gempa yang berlangsung selama 30 detik tersebut berimbas pada 3 penyulang kelistrikan. Dua wilayah kerja yang dekat dengan pusat gempa yaitu Unit Layanan Pelanggan (ULP) Labuan dan ULP Malingping.

"PLN gerak cepat untuk bisa memulihkan sistem kelistrikan khususnya di dua wilayah tersebut. PLN menurunkan tim recovery untuk memastikan besar dampak dan melakukan pemulihan," ujar Irwanto dalam keterangan resmi, Jumat (14/1).

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Pihaknya akan terus berupaya untuk memulihkan dan mengamankan sistem kelistrikan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 apabila terdapat gangguan kelistrikan yang dialami di sekitarnya," pungkas nya.

Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di Kabupaten Pandeglang, wilayah Banten dengan kekuatan magnitudo 6,7. Peristiwa itu diklaim tidak berpotensi tsunami namun diikuti beberapa kali gempa susulan.

[Gambas:Video CNN]



(fry/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER