Harta 10 Orang Terkaya Dunia Naik Dua Kali Lipat selama Pandemi

CNN Indonesia
Senin, 17 Jan 2022 10:59 WIB
Oxfam International menyorot harta 10 orang terkaya di dunia melonjak lebih dari dua kali lipat selama pandemin covid-19. Oxfam International menyorot harta 10 orang terkaya di dunia melonjak lebih dari dua kali lipat selama pandemin covid-19. Ilustrasi. (Istockphoto/ Gazanfer).
Jakarta, CNN Indonesia --

Oxfam International, konfederasi badan amal yang fokus pada pengentasan kemiskinan global, mengungkapkan harta 10 orang terkaya di dunia naik signifikan selama pandemi covid-19.

Dilansir AFP, Senin (17/1), kesepuluh konglomerat itu antara lain CEO SpaceX Elon Musk, CEO Meta Mark Zuckerberg, Eks CEO Microsoft Bill Gates, hingga Presiden LVMH Bernard Arnault.

Setidaknya, kekayaan 10 pria terkaya di dunia melonjak naik lebih dari dua kali lipat hingga US$1,5 triliun. Sebelumnya, kekayaan pria-pria tersebut hanya menyentuh US$700 miliar atau naik US$1,3 miliar per hari.


Laporan tersebut diungkapkan dalam World Economic Forum, di mana Oxfam juga menyatakan bahwa kekayaan pria-pria tersebut naik lebih tinggi dibandingkan 14 tahun yang lalu, ketika dunia menghadapi resesi ekonomi pada 2007-2008.

Bahkan, melansir Reuters, harta kekayaan para konglomerat masih lebih besar dari gabungan 3,1 miliar penduduk termiskin dunia.

Di lain sisi, pandemi justru membawa sejumlah masalah kemiskinan dan ketidaksetaraan ekonomi di seluruh dunia.

Oxfam mengatakan hal ini sebagai bentuk kekerasan ekonomi dan menyebabkan kematian hingga 21 ribu orang setiap harinya. Organisasi tersebut menyebut penyebab kematian puluhan ribu orang diakibatkan kurangnya akses ke layanan kesehatan, kekerasan berbasis gender, kelaparan, hingga perubahan iklim.

Badan amal tersebut juga mengatakan pandemi menjerumuskan 160 juta orang ke bawah garis kemiskinan. Berdasarkan kategorinya, masyarakat non kulit putih hingga perempuan menerima dampak yang paling signifikan.

Atas dasar temuan tersebut, Oxfam mendesak dunia untuk sesegera mungkin melakukan reformasi perpajakan untuk mendanai produksi vaksin, perawatan kesehatan, adaptasi iklim, dan mengurangi kekerasan berbasis gender.

[Gambas:Video CNN]



(fry/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER