Negara anggota G20 merupakan representasi dari 85 persen perekonomian dunia, 80 persen investasi global, 75 persen perdagangan internasional, dan 60 persen populasi dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara-negara yang tergabung juga ikut bertanggung jawab besar atas 80 persen produk domestik bruto (PDB) dunia.
Perlu diketahui bahwa PDB merupakan salah satu indikasi utama yang mengantarkan negara-negara tersebut masuk ke dalam jajaran anggota G20.
Profil Singkat Negara Anggota G20
Ilustrasi profil singkat negara anggota G20. (istockphoto/Bet_Noire)
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang latar belakang perekonomian negara anggota G20, berikut profil singkat negara anggota G20.
1. Argentina
Argentina merupakan salah satu negara yang terletak di Benua Amerika dengan ibu kota Buenos Aires. Argentina juga menjadi negara terbesar kedelapan di dunia.
Perekonomian Argentina bergantung pada jasa, manufaktur, agribisnis, dan peternakan. Sementara industri utamanya fokus pada produksi makanan, mobil, tekstil, energi, dan pertambangan.
Berdasarkan data Bank Dunia, PDB Argentina senilai US$383 miliar pada 2020. Hal ini menjadikannya sebagai negara ekonomi terbesar di Amerika Latin.
Memiliki ibu kota Canberra, Australia dikenal sebagai negara kaya akan sumber daya alam dan memiliki tanah yang subur.
Industri utama Australia fokus pada bidang keuangan, konsultasi bisnis, logam, pertambangan, energi dan utilitas, serta kesehatan.
Masih merujuk data Bank Dunia, PDB Australia diperkirakan mencapai US$1,3 triliun pada 2020.
3. Brasil
Brasil merupakan negara yang terletak di Amerika Selatan. Brasil disebut sebagai negara terbesar Amerika Selatan dan negara terbesar kelima untuk ranking dunia.
Perekonomian Brasil bergantung pada pertambangan, pertanian, dan manufaktur. Negaranya menjadi produsen kedelai, jagung, singkong, gula, dan banyak lagi hasil pertanian lainnya.
PDB Brasil pada 2020 mencapai US$1,363 triliun. Data tersebut berdasarkan perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF).
4. Kanada
Ilustrasi. Kanada merupakan salah satu negara anggota G20. (Wikimedia Commons/Tony Webster)
Kanada dengan ibu kota Ottawa di Amerika Utara masuk ke dalam jajaran negara terbesar di dunia.
Industri utama Kanada berasal dari sumber daya alam, manufaktur, dan jasa. Sementara ekspor tertinggi negara ini ada pada minyak mentah, emas, suku cadang kendaraan, serta mobil.
Berdasarkan laporan data Bank Dunia, PDB Kanada mencapai US$1,6 triliun pada tahun 2020.
5. China
Bergeser ke Asia Timur, selanjutnya ada China yang memiliki ibu kota di Beijing. Negeri Tirai Bambu ini dikelilingi pegunungan, gurun, hutan, sampai dataran tinggi.
Perekonomian China bergantung pada bidang manufaktur, jasa, dan pertanian.
Industri utama China meliputi minyak bumi, bahan kimia, pertambangan, besi baja, alumunium, batu bara, makanan, dan lainnya. Pada tahun 2020, PDB China diperkirakan mencapai US$14,7 triliun.
Perekonomian Rusia cukup bergantung pada sektor gas alam dan minyak. Sedangkan ekspor utamanya terdiri dari minyak bumi, gas, batu bara, mineral, logam, dan baja.
PDB Rusia 2020 mampu mencapai US$1,483 triliun.
15. Arab Saudi
Dari Asia Barat ada Arab Saudi, dengan ibu kota Riyadh.
Arab Saudi menjadi pengekspor minyak bumi terbesar dunia. Sektor ini menyumbang sekitar 42 persen dari PDB.
Pada tahun 2020 sendiri, PDB Arab Saudi menyentuh angka US$700 miliar. Negaranya pernah mendapatkan tugas Presidensi G20 pada 2020.
16. Afrika Selatan
Ilustrasi. Afrika Selatan merupakan salah satu negara anggota G20. (iStockphoto/RECSTOCKFOOTAGE)
Afrika Selatan merupakan negara yang berada di paling selatan Benua Afrika.
Sektor utama perekonomian Afrika Selatan berasal dari pertanian karena dapat menyumbang 2,4 persen terhadap PDB negara.
Produk ekspor terbesar dari Afrika Selatan meliputi emas, platinum, briket batubara, mobil, dan biji besi.
PDB Afrika Selatan tercatat senilai US$301,9 miliar pada 2020.
17. Turki
Turki, dengan ibu kota Ankara, pernah menjadi tuan rumah G20 pada 2015 lalu yang diselenggarakan di Antalya.
Produk ekspor terbesar andalan Turki diantaranya mobil, suku cadang termasuk aksesoris kendaraan, truk, perhiasan, serta minyak olahan.
Negara Turki yang dibatasi oleh Laut Hitam ini menghasilkan PDB sebesar US$720,1 miliar pada tahun 2020.
Inggris atau Britania Raya mempunyai sejumlah negara-negara bagian termasuk Wales dan Skotlandia, serta Irlandia Utara.
Sektor utama perekonomian Inggris terdiri dari pariwisata, produk jasa, manufaktur, dan konstruksi. Sementara produk ekspor utama Inggris meliputi mobil, turbin gas, emas, minyak mentah, dan komoditas.
Menurut laporan data Bank Dunia, PDB Inggris di 2020 menyentuh angka senilai US$2,7 triliun.
19. Amerika Serikat
Negara terbesar yang menduduki urutan ketiga di dunia adalah Amerika Serikat, dengan ibu kota Washington DC.
Orientasi ekonomi Amerika Serikat berfokus pada bidang teknologi, ritel, layanan keuangan, sampai perawatan kesehatan.
PDB Amerika Serikat berada di angka US$126,3 triliun pada 2020. Negara ini juga tercatat turut menyumbang 30 persen dari kekayaan global.
20. Uni Eropa
Ilustrasi. Uni Eropa merupakan satu-satunya organisasi internasional yang tergabung menjadi anggota G20. (AFP/Francois Walschaerts)
Terakhir adalah Uni Eropa yang merupakan organisasi internasional dengan 27 negara di dalamnya.
Sistem Uni Eropa diatur berdasarkan prinsip demokrasi perwakilan dan mereka ikut andil dalam mengelola kebijakan, ekonomi, sosial, serta keamanan bersama.
Untuk keperluan KTT G20, pihak ini diwakilkan oleh Presiden Komisi Eropa dan Presiden Dewan Eropa. Selain itu, Uni Eropa juga turut mewakili 18,5 persen dari total PDB global.
Demikian profil singkat negara anggota G20. Pada tahun ini, Indonesia secara resmi memegang Presiden G20 selama satu tahun penuh, dimulai dari 1 Desember 2021 hingga November 2022.