Prudential Tanggapi soal 16 Nasabah Unjuk Rasa Menginap 3 Hari

CNN Indonesia
Jumat, 21 Jan 2022 20:56 WIB
Prudential mengaku sempat memberikan tiga kali surat peringatan karena aksi unjuk rasa menginap 3 malam di depan gedung mengganggu aktivitas. Prudential mengaku sempat memberikan tiga kali surat peringatan karena aksi unjuk rasa menginap 3 malam di depan gedung mengganggu aktivitas. Ilustrasi. (Istockphoto/zimmytws).
Jakarta, CNN Indonesia --

Prudential Indonesia menanggapi insiden 16 nasabah asuransi yang ber-unjuk rasa selama tiga hari di depan gedung Prudential Tower di Jalan Setiabudi Raya, Jakarta Selatan.

Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali menyatakan pihaknya sempat memberikan tiga kali surat peringatan kepada nasabah/mantan nasabah itu agar segera meninggalkan lokasi Prudential Tower. Pasalnya, aksi menginap tersebut berada di kawasan publik.

"Di samping melanggar ketentuan dan peraturan yang ada, juga sangat mengganggu aktivitas gedung dan aktivitas tenant lain di Prudential Tower, mengganggu keamanan dan kenyamanan publik," jelasnya lewat keterangan resmi, Jumat (21/1).


Ia mengklaim Prudential Indonesia telah beritikad baik mengajak nasabah untuk berdialog secara langsung. Menurut dia, dialog tersebut dihadiri oleh tiga perwakilan Prudential Indonesia serta empat perwakilan kelompok nasabah dan mantan nasabah.

Luskito menyebut pada kesempatan itu pihaknya menyampaikan solusi kepada nasabah. Sayang, solusi yang disampaikan Prudential tak ditanggapi positif.

"Sehingga dengan pertimbangan ketertiban umum, keamanan dan antisipasi penyebaran covid-19, Prudential telah menyerahkan kepada pihak yang berwajib untuk mengevakuasi kelompok nasabah/mantan nasabah dari lingkungan Prudential Tower," jelasnya.

Luskito menyebut tindakan diambil agar persoalan dan keluhan yang disampaikan dapat diselesaikan secara kondusif serta sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku.

Dia memastikan bahwa saat ini situasi di Prudential Tower sudah kembali kondusif dan berjalan seperti biasa. Ia pun mengimbau kelompok nasabah/mantan nasabah melanjutkan proses penyelesaian keluhan ke Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) sebagai lembaga resmi penyelenggara sengketa yang terintegrasi pada sektor jasa keuangan.

"LAPS SJK sudah terbuka untuk memfasilitasi mediasi, namun mereka juga menolak kesempatan mediasi tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan mengevakuasi 16 nasabah yang menggelar aksi unjuk rasa selama tiga hari berturut-turut di depan gedung Prudential Tower di Jalan Setiabudi Raya, Jakarta Selatan.

"Dengan melibatkan polisi wanita, mereka (nasabah) dievakuasi dan dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan," ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Budhi Herdi Susianto melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

Budhi menjelaskan bahwa 16 nasabah tersebut bertahan dengan menginap di Gedung Prudential untuk menuntut mengembalikan seluruh premi. Namun, Budhi tak merinci kasus yang melibatkan belasan nasabah tersebut.

"Massa aksi itu menggelar unjuk rasa sejak Senin (17/1) hingga Rabu (19/1)," tutur dia.

Lebih lanjut, Budhi mengatakan bahwa pihaknya bersama Satuan Polisi Pamong Praja mengevakuasi 16 nasabah itu secara humanis dan mengedepankan tindakan persuasif.

"Sejak beberapa hari lalu Polri telah melakukan langkah-langkah secara humanis dan telah negosiasi menjelaskan aturan penyampaian pendapat di muka umum, termasuk syarat-syarat pencairan dana dan lain-lain," tutup Budhi.

[Gambas:Video CNN]



(w/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER