Pengembang Apartemen 45 Respons Gaduh Pembeli Rugi Ratusan Miliar

CNN Indonesia
Sabtu, 22 Jan 2022 12:33 WIB
Pengembang proyek optimistis proyek tersebut dapat berlanjut karena PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) masuk sebagai pemegang saham pengendali. Ilustrasi pembangunan apartemen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Prospek Duta Sukses (PDS) buka suara terkait keluhan pembeli unit di Apartemen 45 Antasari yang merugi hingga ratusan miliar. Manajemen mengatakan pembangunan proyek tersebut terus berlanjut.

Prospek Duta Sukses adalah pengembang proyek Apartemen 45 Antasari.

Direktur Utama Prospek Duta Sukses, AH Bimo Suryono optimistis proyek tersebut dapat berlanjut karena PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) masuk sebagai pemegang saham pengendali baik secara langsung maupun tidak langsung per September 2021.


"Pengembangan 45 Antasari terus berlanjut dengan hadirnya Indonesian Paradise Property sebagai pemegang saham pengendali," ungkap Bimo dalam keterangan resmi yang dirilis pada Jumat (21/1).

Menurut Bimo, kehadiran Indonesian Paradise Property dalam struktur pemegang saham perusahaan akan memberikan kepastian kepada pembeli bahwa pembangunan Apartemen 45 Antasari tak akan berujung mangkrak setelah ditinggalkan oleh pemegang saham lama.

"Masuknya Indonesian Paradise Property sebagai pemegang saham pengendali merupakan kesempatan baik untuk bergotong-royong dengan pemangku kepentingan yang sudah ada saat ini dalam penyelesaian proyek 45 Antasari," papar Bimo.

Bimo menjelaskan pihaknya memberikan keringanan dalam proses pembayaran cicilan di bawah kepemimpinan manajemen baru. Jika sesuai homologasi, pembayaran cicilan dimulai pada 8 November 2021, tapi diubah menjadi 6 Desember 2021.

Selain itu, Prospek Duta Sukses juga telah meneken kerja sama dengan PT Bank Nationalnobu Tbk dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk pada Desember 2021 lalu. Hal itu guna mempermudah pembeli melanjutkan pembayaran atas kepemilikan unit.

Sebelumnya, pembeli unit apartemen yang tergabung dalam Paguyuban Korban Antasari 45 mengaku rugi hingga Rp591,9 miliar karena proyek tersebut sempat mangkrak. Kerugian itu berasal dari pembayaran yang sudah disetorkan seluruh calon penghuni apartemen kepada Prospek Duta Sukses.

"Angka kerugian ini berasal dari seluruh pembayaran yang sudah dibayarkan 775 pembeli untuk 923 unit kepada PT PDS selaku pengembang proyek Apartemen 45 Antasari," tulis Paguyuban Korban Antasari 45 dalam keterangan resmi.

Pada 2014, perusahaan dinilai belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di tengah gencarnya memasarkan unit hunian. Lalu, pengembang tidak bisa membuktikan kemajuan pembangunan secara fisik maupun finansial hingga saat ini.

Padahal, pengembang sudah mengantongi uang penjualan apartemen sebanyak Rp591,5 miliar ditambah dengan pinjaman sebesar US$25 juta dari kreditor asing, yakni Ultimate Idea Limited (UIL). Namun, pengembang masih tidak bisa melanjutkan pembangunan.

Akhirnya, Prospek Duta Sukses dinyatakan pailit dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dalam keadaan pailit, kedua belah pihak membuat perjanjian perdamaian, namun perjanjian tersebut dinilai melanggar aturan.

Perjanjian perdamaian hanya memberikan dua opsi. Pertama, melanjutkan pembayaran, namun tidak ada jaminan penyelesaian pembangunan.

Kedua, menolak melanjutkan pembayaran, tapi pengembang tidak akan mengembalikan uang yang telah dibayarkan pembeli sebelum investor membeli saham Prospek Duta Sukses dari pemegang saham sebelumnya.

(aud/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER