Kadin Ungkap 4 Tantangan Bisnis Besar di 2022

CNN Indonesia
Selasa, 25 Jan 2022 22:23 WIB
Kadin menyebut ada empat tantangan bisnis besar yang bakal dihadapi dunia usaha pada 2022 ini. Berikut rinciannya. Kadin menyebut ada empat tantangan bisnis besar yang bakal dihadapi dunia usaha pada 2022 ini. (Detikcom/Agung Pambudhy).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid membeberkan empat tantangan bisnis bagi para pelaku usaha pada tahun ini. Pertama, ancaman gelombang ketiga pandemi covid-19. Menurutnya, Indonesia masih rentan terancam gelombang ketiga covid.

Hal tersebut seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang terjadi seiring pelonggaran PPKM.

"Akselerasi program vaksinasi dan peningkatan protokol kesehatan secara simultan menjadi kunci untuk mendorong pemulihan ekonomi," kata Arsjad dalam acara Indonesia Economic Outlook 2022, Selasa (25/1).


Kedua, masalah logistik dunia. Menurut Arsjad kenaikan biaya angkutan logistik laut diprediksi masih berlanjut sampai dua tahun ke depan.

Ia mengatakan disrupsi perdagangan akibat epidemi yang masih terjadi dan menjadi penyebab harga tarif angkutan logistik tinggi. Ketiga, keadaan politik dunia. Arsjad menuturkan saat ini terdapat dua potensi konflik politik. Yaitu, Rusia dengan Ukraina dan China dengan Taiwan.

"Hal ini dapat mempengaruhi keadaan ekonomi dunia," ujarnya.

Keempat, tantangan untuk mengatasi perubahan iklim global. Menurut Arsjad, isu perubahan iklim tersebut menekankan betapa pentingnya perusahaan untuk menerapkan bisnis yang berkelanjutan.

[Gambas:Video CNN]

"Kami mengajak semua pelaku usaha untuk mengambil tindakan di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola ataupun Environment Social and Governance (ESG)," kata dia.

Lebih lanjut, Arsjad juga menuturkan enam peluang bagi pelaku usaha di 2022.

Pertama, permintaan domestik. Arsjad memperkirakan ekonomi Indonesia mulai pulih dari tekanan covid pada 2022. Pemulihan itu didukung oleh peningkatan secara gradual permintaan domestik dan dampak positif ekonomi global yang semakin kuat.

Kedua, Presidensi G20 Indonesia 2022 menjadi kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk memfokuskan agenda pembangunan berkelanjutan dan memfasilitasi pemulihan ekonomi global yang lebih baik.

Ketiga, Harga komoditas. Tingginya harga komoditas khususnya Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara serta pemulihan ekonomi beberapa mitra dagang RI seperti China dan AS, dapat mendorong permintaan barang ekspor dari Indonesia.

Keempat, kelanjutan program-program stimulus seperti subsidi, bantuan sosial, dan insentif dalam rancangan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan pemerintah akan memberi dampak positif untuk pelaku usaha.

Kelima, pembangunan infrastruktur. Menurut Arsjad, pemerintah akan mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional.

Hal tersebut ia nilai akan mendorong tercapainya pemerataan dan kelancaran konektivitas serta memfasilitasi investasi swasta untuk lebih berkembang.

Keenam, agenda reformasi struktural. Arsjad menyebut agenda-agenda reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja mulai memberikan dampak positif kepada daya saing destinasi investasi dan peningkatan nilai tambah produk ekspor unggulan nasional.

(mrh/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER