Jokowi Geram RI Ekspor Barang Mentah Selama 350 Tahun

fry | CNN Indonesia
Selasa, 25 Jan 2022 20:58 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan RI selalu ekspor bahan mentah selama 350 tahun. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan RI selalu ekspor bahan mentah selama 350 tahun. Ilustrasi. (Antara/Jojon).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan RI selalu meng-ekspor bahan mentah selama 350 tahun atau sejak zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

"Yang paling penting dari hilirisasi jangan sampai 350 tahun lalu diekspor selalu bahan mentah dan tidak berhenti sampai sekarang," ungkap Jokowi dalam Pelepasan Perdana Smelting Grade Alumina, Selasa (25/1).

Oleh karena itu, Jokowi menyetop izin ekspor bahan mentah secara bertahap. Pemerintah telah melarang ekspor bijih nikel sejak 1 Januari 2020.


"Kalau ndak (disetop ekspor bahan mentah), sejak zaman VOC sampai kapan pun akan menjadi pengekspor bahan mentah, nggak rampung-rampung," papar Jokowi.

Menurut Jokowi, ekspor bahan mentah akan memberikan keuntungan bagi negara lain. Pasalnya, negara tersebut dapat mengolah bahan mentah dan membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang.

"Coba kita membuat industri seperti ini, kita bisa dapat royaltinya, kita dapat pajak perusahaan dan pribadinya, kita dapat biaya ekspor keluarnya, kita dapat penerimaan negara bukan pajak, semua dapat," tegas Jokowi.

Maka dari itu, setelah nikel, Jokowi akan menyetop ekspor bauksit pada 2022. Lalu, kepala negara akan melarang ekspor tembaga pada 2023 dan timah pada 2024.

Ia mengaku tak takut jika diadukan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) oleh negara lain karena melarang ekspor bahan mentah. Saat ini, Indonesia sendiri sudah digugat ke WTO karena melarang ekspor bijih nikel.

"Nikel stop, kita sekarang digugat ke WTO. Nanti bauksit stop, mesti ada yang gugat lagi silahkan gugat kita hadapi," tutup Jokowi.

[Gambas:Video CNN]

(fry/aud)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER