Bank AS Dapat 'Durian Runtuh' dari Surat Utang Rusia

CNN Indonesia
Senin, 11 Apr 2022 17:12 WIB
Perbankan AS mendulang untung dari utang Rusia. Keuntungan tersebut diperoleh dari pembelian obligasi pemerintah atau perusahaan Rusia dengan harga murah. Perbankan di AS mendulang untung dari utang Rusia. Keuntungan tersebut diperoleh dari pembelian obligasi pemerintah atau perusahaan Rusia dengan harga murah. Ilustrasi rubel. (REUTERS/Eduard Korniyenko).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perbankan Amerika Serikat (AS) mendulang untung dari utang Rusia. Keuntungan tersebut diperoleh dari pembelian obligasi pemerintah atau perusahaan Rusia dengan harga yang murah.

Harga surat utang Rusia anjlok setelah sejumlah lembaga pemeringkatan menurunkan peringkatnya ke level 'sampah'. 

Menurut MarketAxess, surat utang Rusia yang diperdagangkan telah mencapai US$7 miliar atau setara Rp100 triliun (kurs Rp14.363 per dolar AS). Angka ini naik 35 persen dari sebelumnya yang hanya US$5 miliar.


Professor di Wharton School University of Pennsylvania Philip Nichols mengatakan bahwa banyak spekulan yang saat ini tengah dan akan membeli obligasi Rusia.

"Penyebaran utang Rusia sangat mencengangkan saat ini. Mereka menghasilkan jumlah uang yang tidak biasa sehubungan dengan volumenya," kata Nichols, seperti dikutip CNN Business, Senin (11/4).

Nichols mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan tindakan yang legal dan menguntungkan. Namun, aset tersebut sangat spekulatif dan akan terpengaruh dengan isu invasi Rusia di Ukraina.

Saat ini, obligasi yang jatuh tempo pada 2028 harganya turun menjadi US$0,34. Sementara, biaya untuk asuransi utang Rusia mencapai 4.300 basis poin.

Artinya, perlu dana sekitar US$4 juta untuk memastikan utang US$10 juta sekuritas di Rusia.

"Ini Wall Street. Tidak mengejutkan saya bahwa mereka melihat semacam celah yang bisa mereka manfaatkan untuk menghasilkan uang," kata Kepala Strategi Pendapatan Tetap di Schwab Center for Financial Research Kathy Jones.

[Gambas:Video CNN]

JPMorgan bahkan saat ini akan bertindak sebagai fasilitator untuk membantu kliennya yang ingin membeli surat utang Rusia.

"Sebagai pembuat pasar, kami telah membantu klien mengurangi risiko mereka dan mengelola eksposur mereka ke Rusia di pasar sekunder. Tidak ada perdagangan yang melanggar sanksi atau menguntungkan Rusia," kata Juru Bicara JPMorgan.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan AS telah memblokir akses Rusia ke dolar apa pun yang mereka simpan di bank-bank Amerika. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan Rusia gagal membayar utangnya.

Selain itu, Parlemen AS juga akan menghapus status perdagangan dengan Rusia. Dengan begitu, integrasi Rusia dengan ekonomi global akan semakin terhambat.

(fry/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER