Cuma 7 Persen Warga RI Nikmati Sanitasi Aman

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Kamis, 19 Mei 2022 06:06 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan akses ke sanitasi aman baru dinikmati oleh 7 persen penduduk Indonesia. Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan akses ke sanitasi aman baru dinikmati oleh 7 persen penduduk Indonesia. llustrasi. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan hingga kini akses masyarakat ke sanitasi aman masih mengkhawatirkan. Pasalnya, cuma 7 persen saja warga yang memiliki aksesnya.

Padahal, sesuai data WHO, penyediaan air minum dan sanitasi aman menentukan standar dan kualitas kehidupan.

"Untuk akses sanitasi, saat ini sekitar 80 persen penduduk mempunyai akses sanitasi layak, sedangkan sanitasi aman baru dinikmati oleh sekitar 7 persen penduduk Indonesia," beber dia pada pembukaan Sector Minister's Meeting Sanitation and Water for All 2022, Rabu (18/5).


Sejalan dengan itu, Ma'ruf menyebut capaian akses air minum aman di Indonesia baru sekitar 11 persen. Sementara, akses terhadap air minum layak telah menjangkau lebih dari 90 persen penduduk.

Menurut dia, ketersediaan sanitasi dan air minum layak dapat mengurangi indeks penyakit sebesar 0,39 persen. "Tanpa sanitasi dan air yang aman, anak-anak juga menjadi rentan terhadap stunting," imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, sanitasi dan air minum yang aman menjadi syarat dalam memastikan transisi menuju ekonomi hijau dan ramah lingkungan, sehingga kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat meningkat.

"Sebaliknya, pengelolaan sanitasi yang buruk akan menimbulkan pencemaran lingkungan, air dan tanah yang tentu saja akan mempengaruhi keberlanjutan planet yang kita tinggali saat ini," jelas Ma'ruf.

Tak hanya di Indonesia saja, Ma'ruf menyebut rendahnya akses sanitasi dan air layak juga masih minim secara global. Dia menuturkan saat ini sekitar 2 miliar manusia tidak mempunyai akses ke air minum yang aman dan lebih dari 3 miliar orang tidak punya akses ke sanitasi aman.

Oleh karena itu, Ma'ruf menilai catatan tersebut menunjukkan dunia global dan Indonesia secara nasional masih harus bekerja keras untuk mempercepat target peningkatan kualitas akses sanitasi dan air minum aman.

"Untuk itu, setiap negara harus memiliki rencana kerja yang jelas dengan indikator terukur, serta menerapkannya melalui pendekatan yang holistik dan terintegrasi," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER