Kripto Hancur Lebur Tapi Masih Sponsor Utama Tim McLaren di F1

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mei 2022 08:33 WIB
Perusahaan jual-beli kripto OKX menjadi sponsor utama untuk tim balap McLaren racing di ajang lomba balap internasional Formula One (F1). Perusahaan jual-beli kripto OKX menjadi sponsor utama untuk tim balap McLaren racing di ajang lomba balap internasional Formula One (F1). (AFP PHOTO/Jose Jordan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan jual-beli kripto OKX menjadi sponsor utama untuk tim balap McLaren racing di ajang lomba balap internasional Formula 1 (F1).

Dilansir dari CNN Business, Jumat (27/5), perusahaan asal Inggris tersebut merupakan satu-satunya tim balap yang mengangkat perusahaan jual-beli kripto sebagai sponsor utama mereka.

Direktur Utama McLaren Racing Zak Brown mengaku sangat antusias dengan kerja sama itu. Dia berharap kerja sama ini menarik minat penggemar kripto dengan menjadikan OKX sponsor utamanya.

"Kripto adalah industri besar. Penggemar kripto adalah konsumen yang cerdas dan berfokus pada teknologi," kata Brown.

Brown mengatakan kemitraan antara McLaren dan OKX momennya sangat pas karena banyak penggemar muda F1 yang diperkenalkan pada olahraga balap setelah menonton serial Drive to Survive di Netflix.

Selain McLaren, delapan dari 10 tim yang ikut serta dalam lomba balap mobil terkemuka tersebut memiliki sponsor sampingan yang berkaitan dengan kripto.

Tengok saja tim F1 Aston Martin yang memiliki perjanjian jangka panjang dengancrypto.com, salah satu perusahaan jual-beli kripto kelas kakap.

Red Bull dan Ferrari pun tak mau kalah. Ferrari bekerja sama dengan perusahaan rantai block Velas, sedangkan Red Bull punya perjanjian dengan perusahaan jual-beli kripto Bybit.

Hal ini cukup ironis, mengingat bahwa pasar kripto dalam beberapa hari terakhir meradang. Direktur Kepala Pemasaran Global untuk OKX Haider Rafique mengakui sekarang pasar kripto sedang terganggu.

Namun, ia percaya bahwa kripto dan bursa saham ketidakstabilannya tidak jauh beda. "Saham juga terpukul keras. Kami mengambil pandangan jangka panjang," katanya.

Menurut Rafique, McLaren tidak khawatir dengan penurunan harga kripto sejak mengumumkan kemitraan mereka.

Oleh karena itu, ia pun sangat optimistis tentang perjanjiannya dengan McLaren dalam F1, karena perjanjiannya bersifat jangka panjang. Bahkan, OKX siap membantu McLaren berekspansi hingga ke Metaverse.

"Kami tidak hanya menempatkan logo kami di mobil McLaren. Kami membantu McLaren dengan NFT dan metaverse," terang Rafique.

Di sisi lain, dampak lingkungan dari menambang kripto, yang menguras banyak energi menjadi sebuah kekhawatiran. Beberapa pembalap F1 pun sudah mulai memikirkan dampak lingkungan yang muncul.

Pemenang F1 dari Aston Martin Sebastian Vettel baru-baru ini mulai vokal tentang keprihatinannya pada kondisi lingkungan.

Wakil Ketua Kemitraan FTX, perusahaan jual-beli kropto asal Amerika Serikat, Lou Frangella mengatakan keberlanjutan ini memang menjadi faktor yang harus dipikirkan oleh industri kripto dan mitranya dalam periode jangka panjang.

"Dari perspektif kripto, kami sangat sadar akan hal itu dan kami melakukan percakapan ini dengan tim Mercedes. Kami berharap orang-orang akan senang dengan perkembangan kita di tahun-tahun mendatang," imbuh Frangella.

Ia pun berharap dari kerja sama FTX dengan Mercedes, perusahaan dapat menarik minat para konsumen muda yang berpotensi terjun ke dalam pasar kripto. "Kami mencoba membuat kemitraan ini menyenangkan dan menarik," terang Frangella.

Sebagai bagian dari keikutsertaan FTX di Miami F1, perusahaan melelang NFT karya seni yang ditampilkan pada mobil pembalap Lewis Hamilton dan George Russell.

FTX juga membuat potongan tiket NFT edisi terbatas untuk balapan yang dirancang oleh seniman NFT Mad Dog Jones. Jones sebelumnya merancang helm untuk Hamilton, pemenang F1 tujuh kali.

[Gambas:Video CNN]



(tdh/bir)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER