Jepang Setop Beri Utang untuk Proyek PLTU Indramayu

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jun 2022 12:51 WIB
Pemerintah Jepang akan menghentikan pemberian pinjaman untuk pembangunan PLTU di Indramayu menyusul adanya kritik internasional terkait batu bara. Pemerintah Jepang akan menghentikan pemberian pinjaman untuk pembangunan PLTU di Indonesia dan Bangladesh menyusul adanya kritik internasional terkait batu bara. Ilustrasi Aksi tolak JICA biayai PLTU Indramayu. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Jepang akan menghentikan pemberian pinjaman untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) di Indramayu, Indonesia dan Matabari, Bangladesh.

Mengutip Nikkei Asia, Kamis (23/6), keputusan ini diambil terkait kritik internasional terhadap PLTU batu bara, yang dituding menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca dan penyebab pemanasan global.

"Kami memutuskan bahwa tidak dapat melanjutkan dukungan lebih jauh terhadap proyek-proyek PLTU Indramayu dan PLTU Matarbari sebagai subjek pinjaman yen," kata Sekretaris Pers Kementerian Luar Negeri Hikariko Ono pada konferensi pers kemarin.


Hikariko Ono juga mengatakan pemerintah akan terus membantu negara-negara berkembang dalam upaya mewujudkan masyarakat bebas karbon.

Seperti diketahui, Indonesia dan Bangladesh sedang melakukan tahap survei untuk proyek-proyek tersebut dengan dukungan Jepang, namun masih dalam tahapan perencanaan yang belum berlanjut ke konstruksi.

Pada 2021, negara-negara G7  untuk mengakhiri dukungan pendanaan untuk PLTU batu bara.

Sebelumnya Jepang juga bersikeras tetap mempertahankan proyek PLTU yang sedang berjalan. Namun sikap Jepang memicu tekanan internasional dari kelompok pro lingkungan dan menganggap negara negara G 7 melanggar komitmennya.

Adapun negara G 7 terdiri dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Amerika Serikat, ditambah Uni Eropa.

[Gambas:Video CNN]



(dzu/agt)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER