Elon Musk Mengaku Pabrik Tesla Rugi Miliaran Dolar

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jun 2022 10:12 WIB
Elon Musk menyebut pabrik Tesla rugi miliaran dolar akibat lockdown yang terjadi di China dan masalah bahan baku. Elon Musk menyebut pabrik Tesla rugi miliaran dolar akibat lockdown yang terjadi di China dan masalah bahan baku. (Evan Agostini/Invision/AP/Evan Agostini).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pabrik mobil listrik Tesla di Texas dan Berlin rugi miliaran dolar karena kesulitan meningkatkan jumlah produksi akibat kekurangan baterai dan masalah di pelabuhan China.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Bos Tesla Elon Musk. Ia mengatakan pabrik Tesla di Texas hanya memproduksi mobil dalam jumlah kecil karena tantangan dalam meningkatkan produksi baterai '4680' barunya.

Selain itu, alat untuk membuat baterai '2170' konvensionalnya terjebak di pelabuhan China.


"Baik pabrik Berlin dan Austin adalah tungku uang raksasa saat ini. Oke? Ini benar-benar seperti suara menderu raksasa, yang merupakan suara uang terbakar," kata Musk seperti dikutip dari Reuters, Jumat (24/6).

Ia mengatakan semua hambatan itu akan diselesaikan dalam waktu cepat. Namun, hal itu membutuhkan perhatian khusus.

Sementara, sambung Musk, pabriknya di Berlin berada dalam posisi yang sedikit lebih baik. Sebab, pabrik itu memproduksi baterai '2170' untuk mobilnya dan pasokannya tidak separah baterai '4680'.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, ia juga mengatakan lockdown covid-19 di Shanghai menjadi tantangan besar. Penutupan itu mempengaruhi produksi mobil tidak hanya di pabrik Tesla di Shanghai, tetapi juga di pabriknya di California, yang menggunakan beberapa suku cadang kendaraan buatan China.

Tesla berencana untuk menangguhkan sebagian besar produksi di Shanghai dalam dua minggu pertama Juli. Sementara perusahaan akan mengerjakan peningkatan situs guna meningkatkan produksi.

(mrh/agt)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER