Atasi Krisis Energi, Sri Lanka Setop Jual BBM ke Layanan Non Esensial

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jun 2022 15:23 WIB
Sri Lanka akan menghentikan penjualan bahan bakar untuk layanan non esensial selama 2 minggu ke depan, mulai Selasa (28/6) demi mengatasi krisis energi. Sri Lanka akan menghentikan penjualan bahan bakar untuk layanan non esensial selama 2 minggu ke depan, mulai Selasa (28/6) demi mengatasi krisis energi. (REUTERS/ADNAN ABIDI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sri Lanka akan menghentikan penjualan bahan bakar untuk layanan non esensial. Hal itu dilakukan sebagai buntut atas krisis energi yang kian parah di negara tersebut.

Dilansir dari CNN, negara itu hanya akan memberikan pasokan bahan bakar untuk layanan yang dianggap penting seperti kesehatan, kereta api, bus, dan kendaraan pengangkut makanan selama dua minggu mulai Selasa (28/6) ini.

Sebagai gantinya, Sri Lanka akan menutup sekolah di perkotaan sehingga masyarakat bisa belajar dan bekerja dari rumah. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu membeli bahan bakar untuk mobilisasi.

Juru Bicara Pemerintah Bandula Gunewardena mengatakan selain menutup sekolah dan mendesak warganya bekerja dari rumah, layanan bus antar provinsi juga akan dibatasi.

"Sri Lanka tidak pernah menghadapi krisis ekonomi yang begitu parah dalam sejarahnya," kata Gunewardena.

Sri Lanka mengalami krisis ekonomi terburuk. Negara beribu kota Colombo itu memiliki cadangan devisa terendah serta tengah berjuang membayar impor penting seperti makanan, obat-obatan, bahan bakar.

Berdasarkan permintaan reguler, stok bahan bakar di Sri Lanka dikabarkan akan habis hanya dalam waktu kurang dari seminggu.

Krisis bahan bakar itu juga digambarkan oleh pengemudi becak otomatis W. D. Shelton. Ia mengatakan telah mengantre selama empat hari untuk mendapatkan bahan bakar.

[Gambas:Video CNN]

"Saya belum tidur atau makan dengan benar selama ini. Kami tidak dapat menghasilkan, kami tidak dapat memberi makan keluarga kami," katanya.

Sebelumnya, pemerintah Sri Lanka mengutus menteri bertolak ke Rusia dan Qatar untuk meminta minyak mentah murah, sehari setelah negara tersebut kehabisan bahan bakar.

Menteri Energi Sri Lanka Kanchana Wijesekera mengatakan dua orang menteri akan pergi ke Rusia untuk negosiasi pembelian minyak. Bulan lalu, Sri Lanka baru membeli 90 ribu ton minyak mentah dari Siberia.

Pengiriman minyak diatur oleh perusahaan Dubai Coral Energy. Namun pejabat ingin bernegosiasi langsung dengan Pemerintah Rusia.

"Dua menteri akan pergi ke Rusia dan saya akan berangkat ke Qatar besok untuk mencoba mendapatkan kesepakatan harga yang lebih murah," kata Wijesekera.

Ia mengaku negaranya sudah kehabisan bahan bakar petrol dan diesel usai beberapa pengiriman dibatalkan karena masalah keuangan yang dialami Sri Lanka.

(mrh/agt)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER