PHR Akan Genjot Produksi Minyak di Lapangan Minas Rokan

Tim | CNN Indonesia
Selasa, 09 Agu 2022 11:50 WIB
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan meningkatkan optimalisasi produksi minyak di Lapangan Minas Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan meningkatkan optimalisasi produksi minyak di Lapangan Minas Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan meningkatkan optimalisasi produksi minyak di Lapangan Minas Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau.

Upaya tersebut mereka tunjukkan dengan pengajuan draf rencana pengembangan (plan of development/POD) dari proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Tahap 1 WK Rokan kepada SKK Migas.

"Pengembangan CEOR merupakan bagian dari Komitmen Kerja Pasti, atau KKP, PHR kepada pemerintah untuk peningkatan cadangan dan/atau produksi dalam periode lima tahun pertama sejak alih kelola WK Rokan pada 9 Agustus 2021 lalu," ungkap Direktur Utama PHR Jaffee A. Suardin melalui keterangan resmi, Selasa (9/8).

Ia mengatakan PHR berencana menjalankan CEOR Tahap 1 melalui injeksi perdana surfaktan di Lapangan Minas sekitar akhir 2025 guna memenuhi tata waktu sesuai KKP. Rencana pelaksanaan tahap 1 mencakup 37 sumur termasuk sumur produksi, injector, observasi, dan disposal dengan menerapkan konfigurasi sumur berpola 7 spot inverted irregular.

Surfaktan dialirkan ke dalam sumur minyak untuk melepaskan sisa-sisa minyak yang terperangkap dalam pori-pori batuan di reservoir. Surfaktan sendiri bekerja menurunkan tegangan antar muka antara minyak bumi dengan air sehingga dapat meningkatkan perolehan minyak bumi.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut pengembangan CEOR di Minas merupakan salah satu upaya optimalisasi produksi WK Rokan yang masih memiliki potensi besar.

"Untuk mendukung proyek ini, SKK Migas juga akan bekerja secara cepat dalam melakukan review serta memberikan persetujuan dokumen POD CEOR tersebut. Secara optimis akan kami selesaikan dalam waktu yang sesingkat mungkin," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Dwi kemudian mengatakan komitmen PHR ini menjadi salah satu penopang utama long term plan untuk mendukung upaya pencapaian target produksi minyak nasional 1 juta barel per hari dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030 mendatang.

Ia pun menuturkan kesinambungan dan keberhasilan penerapan CEOR akan menjadi harapan baru untuk meningkatkan jumlah minyak yang dapat diproduksikan (recovery factor) dari lapangan-lapangan tua di WK Rokan khususnya, dan industri perminyakan di Indonesia pada umumnya.

Selain CEOR, optimalisasi potensi WK Rokan ditempuh melalui rencana kerja yang masif dan agresif, di antaranya optimalisasi base production, pengerjaan ulang sumur (workover), pengeboran sumur baru dan sisipan, teknologi injeksi air dan uap, hingga pengembangan potensi Migas Non Konvesional (MNK).

Menurut Dwi, WK Rokan memiliki peran strategis dalam konteks ketahanan energi nasional dan juga kontribusinya terhadap pendapatan negara melalui bagi hasil minyak dan pajak. Saat ini, WK Rokan berkontribusi sekitar seperempat dari total produksi nasional.

Sepertiga dari total produksi minyak Pertamina berasal dari WK Rokan. Seluruh hasil produksi WK Rokan juga dikirimkan ke kilang-kilang domestik Pertamina untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi di tanah air.

(mrh/agt)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER