AS Hukum Layanan Pencampur Kripto yang Diduga Terkait Korut

tim | CNN Indonesia
Selasa, 09 Agu 2022 12:37 WIB
AS menjatuhkan sanksi untuk Tornado Cash, pencampur kripto yang digunakan untuk pencucian uang oleh kelompok Korea Utara. AS menjatuhkan sanksi untuk Tornado Cash, pencampur kripto yang digunakan untuk pencucian uang oleh kelompok Korea Utara. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada Tornado Cash selaku pencampur kripto (mixer crypto) atau sering disebut sebagai pusat pencucian uang virtual yang didukung oleh Korea Utara.

Mengutip AFP, Selasa (9/8), Kementerian Keuangan AS mengatakan Tornado Cash telah digunakan untuk mengirim US$96 juta. Dana itu dicuri dari layanan pertukaran kripto Harmony Bridge pada Juni 2022.

Selain itu, Tornado Cash juga telah mentransfer dana yang dicuri dari Nomad sebesar US$7,8 juta.

Tornado Cash juga digunakan untuk mentransfer US$455 juta yang dicuri pada April 2022 lalu dari game Axie Infinity melalui Ronin Network.

Kementerian Keuangan AS mengklaim hal itu menjadi pencurian kripto terbesar yang dilakukan sampai saat ini.

Menurut Biro Investigasi Federal AS, pencurian dilakukan oleh unit peretasan yang didukung Korea Utara yang dikenal sebagai Lazarus Group dan APT38.

Pemerintah AS menyatakan Tornado Cash telah digunakan untuk mencuci mata uang virtual senilai lebih dari US$7 miliar sejak 2019 lalu.

Pada Mei 2022 lalu, AS menyetujui mixer crypto lain bernama Blender.io. Perusahaan itu juga digunakan untuk memproses dana kripto yang dicuri oleh kelompok Korea Utara.

Pejabat AS mengatakan layanan itu sebenarnya resmi. Namun, mixer crypto sering digunakan untuk memindahkan dana terlarang.

Pendiri Tornado Cash bernama Roman Semenov mengatakan bahwa pihaknya tak dapat menyaring siapa saja yang menggunakan layanan tersebut.

"Komunitas Tornado Cash mencoba yang terbaik untuk memastikannya dapat digunakan oleh aktor yang baik dengan menyediakan alat kepatuhan. Sayangnya secara teknis tidak mungkin untuk memblokir siapapun dari menggunakan kontrak pintar di blockchain," kata Semenov.

[Gambas:Video CNN]

(aud/agt)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER