SBY Singgung Kondisi G20 Sekarang Terbelah

tim | CNN Indonesia
Selasa, 16 Agu 2022 12:49 WIB
SBY menyinggung kondisi negara-negara G20 yang terbelah akibat perang Rusia-Ukraina yang terjadi sejak Maret 2022. SBY menyinggung kondisi negara-negara G20 yang terbelah akibat perang Rusia-Ukraina yang terjadi sejak Maret 2022. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung kondisi negara-negara G20 yang terbelah akibat perang Rusia-Ukraina yang terjadi sejak Maret 2022.

Hal itu diungkapkan saat berpidato di Universitas Kebangsaan Malaysia. Pada kesempatan itu, awalnya SBY menuturkan pengalamannya menghadapi krisis ekonomi skala global pada 2008, saat menjabat sebagai Presiden.

Kondisi tersebut menyebabkan kerugian lebih dari US$2 triliun dari ekonomi global yang berdampak pada resesi, diikuti oleh krisis utang Eropa. Dalam kondisi tersebut, Indonesia mengusulkan membuat kembali G20 menjadi instrumen untuk mengelola perekonomian global.

"Alhamdulillah akhirnya opsi G20 disepakati. Kebijakan G20 akhirnya membantu menyembuhkan resesi global dan menghindari global depresi," tutur SBY dalam pidato yang dikutip, Selasa (16/8).

Ia mengatakan G20 memfasilitasi kerja sama global strategis. Hal itu menunjukkan apa yang bisa dicapai ketika 20 ekonomi terbesar yang terdiri dari negara maju dan berkembang bekerja sama, dengan gelar yang baik kepercayaan, untuk tujuan bersama.

"Inilah yang hilang hari ini. Berbeda dengan tahun 2008, G20 saat ini terpecah, dan diliputi keadaan konfrontasi. Melalui sanksi, perang ekonomi dan tindakan lainnya, hubungan ekonomi sedang dipisahkan dengan cepat. Keinginan untuk bekerja sama rendah. Proses dari dialog menjadi kaku," katanya.

Adapun SBY pada tahun ini absen menghadiri pidato kenegaraan Jokowi dan sidang tahunan MPR karena menghadiri kuliah umum di Malaysia.

[Gambas:Video CNN]



(dzu/bir)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER