Bank Kelas Kakap AS Ancam Angkat Kaki Jika China Serbu Taiwan

CNN Indonesia
Senin, 26 Sep 2022 18:01 WIB
Tiga bank kelas kakap AS mengancam angkat kaki apabila China menyerang Taiwan. Mereka adalah JPMorgan, Citi, dan Bank of America. Tiga bank kelas kakap AS mengancam angkat kaki apabila China menyerang Taiwan. Mereka adalah JPMorgan, Citi, dan Bank of America. Ilustrasi. (Getty Images/Annabelle Chih).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketegangan antara China dan Taiwan mengancam bank-bank AS angkat kaki dari Negeri Tirai Bambu.

Ancaman angkat kaki dari China dilontarkan oleh pimpinan bank-bank AS, seperti CEO JPMorgan (JPM) Jamie Dimon, CEO Citi (C) Jane Frasser, dan CEO Bank of America (BOA) Brian Moynihan.

Ketiga pimpinan bank kelas kakap AS itu menekankan ancaman mereka dalam sidang bertema 'Holding Megabanks Accountable: Oversight of America's Largest Consumer Facing Banks' yang digelar di Capitol Hill, AS, Rabu (21/9) waktu setempat.

"Kami akan mengikuti panduan pemerintah (AS) yang telah puluhan tahun bekerja sama dengan China. Jika mereka (Pemerintah AS) mengubah sikap tersebut (terhadap China), kami akan segera mengubahnya, seperti yang kami lakukan terhadap Rusia," ujar CEO Bank of America (BOA) Brian Moynihan, dikutip dari CNN Business.

Senada dengan Moynihan, CEO JPMorgan (JPM) Jamie Dimon juga dengan tegas siap mengikuti sikap Pemerintah AS terhadap jalannya konflik China vs Taiwan.

"Kami benar-benar menghormati dan akan mengikuti apa pun yang dikatakan Pemerintah Amerika Serikat dan apa yang Anda ingin kami lakukan," tegas Dimon.

"Sangat mungkin bahwa kami akan mengurangi kehadiran (Citi) secara material, jika ada di negara ini. Namun, kami sangat berharap itu (invasi China ke Taiwan) tidak terjadi," tutur CEO Citi (C) Jane Frasser.

Seperti diketahui, China menarik perhatian dunia ketika mengadakan latihan militer di perairan dekat Taiwan pada Agustus 2022 lalu. Bahkan, beberapa latihan militer di antaranya menyasar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang yang membuat Tokyo gusar.

Ketegangan antara China dan Taiwan ini memang memanas, terlebih setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei.

China menampilkan kemarahannya terhadap dukungan AS terhadap Taiwan. Di lain sisi, Presiden AS Joe Biden menegaskan pasukan AS siap membantu mempertahankan wilayah Taiwan jika diserang China.

Terlepas dari konflik China vs Taiwan, bank-bank AS JPMorgan, Citi, dan Bank of America sudah memiliki sejarah panjang di China.

Bahkan, Citi yang sudah berdiri sejak 1902 di China mengklaim sebagai bank AS pertama yang mengibarkan bendera merah-putih-biru alias bendera Paman Sam di China. Citi juga menyebut China sebagai salah satu prioritas terbesar mereka.

Sementara, JPMorgan berdiri di China pada 1921 dan sudah bercokol di kota-kota, seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen. Tak kalah eksis, Bank of America juga menawarkan layanan perbankan korporat di China, termasuk platform untuk pembiayaan perdagangan.

Saat ditanya tentang sikap China yang bermain api dan bersiap menginvasi Taiwan, ketiga pimpinan bank AS tersebut menyinggung soal hak asasi manusia (HAM). Bahkan, CEO Citi Jane Frasser dengan tegas mengutuk keras sikap China.

"Mengutuk adalah kata yang sangat keras. Kami tentu sangat sedih melihat hal itu terjadi dan kami tidak ingin pelanggaran hak asasi manusia terjadi di mana pun di dunia ini," tutur Fraser soal sikap China ke Taiwan.

"Saya jelas mendukung kebebasan dan demokrasi di mana-mana. Namun, saya tidak akan secara khusus mengomentari Taiwan, itu biar terserah Pemerintah Amerika Serikat untuk membuat pernyataan semacam itu," terang CEO JPMorgan (JPM) Jamie Dimon.

[Gambas:Video CNN]



(skt/bir)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER