Jokowi Kagum Impor Jagung Turun Pesat dalam 7 Tahun Terakhir

tim | CNN Indonesia
Senin, 03 Okt 2022 09:56 WIB
Presiden Joko Widodo mengaku kagum dengan peningkatan produksi jagung hingga menyebabkan impornya turun dari 3,5 juta ton menjadi 800 ribu ton per tahun. Presiden Joko Widodo mengaku kagum dengan peningkatan produksi jagung hingga menyebabkan impornya turun dari 3,5 juta ton menjadi 800 ribu ton per tahun. Ilustrasi. (iStockphoto/Ildar Imashev).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kagum dengan peningkatan produksi jagung hingga menyebabkan impornya turun.

"Saya kagum soal tadi urusan jagung. Sudah sekian tahun kita impor 3,5 juta ton jagung per tahun dan sudah 7 tahun ini impor kita sudah anjlok tinggal 800 ribu ton per tahun," ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas secara virtual, Senin (3/10).

Menurut Jokowi, produktivitas jagung bisa melonjak lantaran petani ada yang mendampingi seperti perusahaan. Sebagai gambaran, biasanya, 1 hektare (ha) lahan hanya menghasilkan 4 ton jagung, tetapi sekarang produktivitasnya sudah mencapai 8 ton.

"Cost produksi paling Rp1.800 hingga Rp1.900 (per kg). Itu yang saya tahu waktu ke Donbu. Jualnya bisa Rp3.800 per kg, Untungnya sudah 100 persen," ujarnya.

Untuk itu, Jokowi meminta petani komoditas lain bisa meniru keberhasilan jagung. Salah satunya dengan kemitraan antara perusahaan besar dengan petani.

"Kalau jagung bisa, padi juga bisa, singkong, kopi, semua. Itu menjadi tugas perusahaan. Jangan sampai perusahaan-perusahaan besar di daerah besar, tapi lingkungannya miskin, warung-warungnya kumuh," jelasnya.

Selain itu, Jokowi juga mendorong pendampingan untuk urusan pengemasan (packaging). Pasalnya, pengemasan yang baik dapat meningkatkan nilai tambah produk.

"Packaging didampingi. Pemerintah tidak mungkin melakukan itu. yang bisa dan cepat melakukan adalah kegiatan kemitraan pagi ini yang akan kita mulai," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]



(skt/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER