REKOMENDASI SAHAM

Intip Pilihan Saham Berpeluang Cuan Pekan Ini

tim | CNN Indonesia
Senin, 03 Okt 2022 07:01 WIB
Analis merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi menguat pekan ini. Berikut daftarnya. Analis merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi menguat pekan ini. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,6 poin atau 0,07 persen ke level 7.040 pada perdagangan akhir pekan lalu. Investor asing mencatat jual bersih (net sell) di seluruh pasar sebesar Rp237 miliar.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah sebanyak empat kali dan menguat sekali. Secara total, performa indeks saham melemah 1,92 persen.

Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono menyebut kapitalisasi pasar bursa menurun 1,98 persen dari Rp9.424,932 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.238,085 triliun.

Rata-rata frekuensi harian bursa juga merosot 10,25 persen dari 1,34 juta menjadi 1,23 juta transaksi. Hal yang sama terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa yang turun 17,03 persen dari 28,070 miliar menjadi 23,289 miliar saham.

"Rata-rata nilai transaksi harian berubah sebesar 1,55 persen menjadi Rp13,914 triliun dari Rp14,133 triliun pada pekan yang lalu," terang Yulianto, seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (30/9).

Analis Pasar Modal Oktavianus Audi memprediksi selama sepekan ke depan IHSG bergejolak (volatile) dengan kecenderungan tertekan di rentang support 6.870 dan resistance 7.190.

Pelemahan disebabkan rilis data inflasi RI pada September 2022 yang diperkirakan akan naik ke 5,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Ini merupakan sinyal yang kurang baik karena dapat membuat kebijakan lebih ketat lagi khususnya oleh Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga untuk menjaga stabilitas ekonomi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (2/10).

Di samping itu, ia mengatakan pelemahan IHSG juga disebabkan sentimen dari luar negeri yaitu rilis data tingkat pengangguran Amerika Serikat (AS) pada September 2022.

Menurut Oktavianus, kenaikan tingkat pengangguran AS bisa menjadi sinyal kurang baik karena merupakan salah satu indikator yang digunakan bank sentral AS The Federal Reserves (The Fed) dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Namun, IHSG juga diperkirakan masih mendapat sentimen positif. Dari dalam negeri, Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur pada September tahun ini  diprediksi masih di atas zona ekspansif, meski PMI Manufaktur global diproyeksi turun ke 51,6.

Sedangkan dari luar negeri, ia mengatakan pelemahan harga komoditas global masih berlanjut. Bulan ini, Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) akan mengadakan pertemuan. Spekulasi yang muncul kartel minyak itu akan mengurangi pasokan jika harga turun.

Kondisi ini dapat menjadi sentimen positif karena salah satu penyebab melonjaknya inflasi global adalah harga minyak yang tinggi di tahun ini.

Oktivianus mengatakan IHSG berpeluang naik dalam jangka pendek setelah terkoreksi atau technical rebound. Kondisi ini terlihat dari indikator William Persen Range yang sudah di zona jenuh jual.

"Jadi untuk investor bisa berspekulasi memanfaatkan momentum jangka pendek ini setidaknya sampai dengan Jumat," ujar Oktavianus.

Ia merekomendasikan saham dari sektor konsumer, perbankan, dan energi khususnya batu bara untuk jangka pendek.

Dari sektor perbankan, ia merekomendasikan PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA yang menguat 2,09 persen ke posisi 8.550 pada pekan lalu. Ia memprediksi BBCA dapat menyentuh posisi 8.900.

Dari sektor konsumer, ia merekomendasikan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang naik 0,55 persen pada pekan lalu ke posisi 1.830. Ia memprediksi MYOR dapat menyentuh posisi 1.920.

Kemudian sektor energi, ia merekomendasikan PT Indika Energy Tbk atau INDY yang menguat 0,67 persen ke posisi 3.000 pada pekan lalu. Ia memprediksi INDY dapat menyentuh posisi 4.360.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi IHSG akan cenderung terkoreksi di rentang support 6.858 dan resistance 7.252.

Menurutnya, pasar saham sepekan ke depan dipengaruhi oleh tingginya inflasi global dan ancaman resesi.

"Dengan tingkat inflasi yang masih cukup tinggi sehingga masih ada peluang untuk bank sentral berbagai negara menaikkan kembali suku bunga acuannya," ujarnya.

Selain itu, rilis data inflasi RI September 2022 diperkirakan meningkat sehingga bisa menekan IHSG.

"Nilai tukar rupiah yang melemah juga diperkirakan akan menjadi salah satu katalis negatif bagi IHSG," ujarnya.

Dalam kondisi seperti ini, ia menyarankan investor memilih emiten sektor basic materials dan kesehatan.

Pertama, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk atau TKIM yang ditutup menguat 1,03 persen ke posisi 7.375 pada pekan lalu. Ia memprediksi TKIM dapat menyentuh posisi 8.000.

Kedua, Herditya merekomendasikan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk atau INKP yang ditutup melemah 0,28 persen ke posisi 9.050 pada pekan lalu. Ia memprediksi INKP dapat menyentuh 9.650.

Ketiga, dari sektor kesehatan, ia merekomendasikan PT Mitra Keluarga Masyarakat atau MIKA yang ditutup menguat 3,57 persen ke posisi 2.900 pada pekan lalu. Ia memprediksi MIKA bisa menyentuh posisi 3.150.

Terakhir, ia merekomendasikan PT Industri Jamu dan Farmasi Sd Mncl Tbk atau SIDO yang ditutup melemah 0,70 persen ke posisi 710 pada pekan lalu. Ia memprediksi SIDO dapat menyentuh posisi 820.

[Gambas:Video CNN]



(fby/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER