Dua Periode Menjabat, Jokowi Sudah Naikkan Harga BBM 6 Kali

tim | CNN Indonesia
Senin, 03 Okt 2022 15:35 WIB
Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sudah 6 kali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Terakhir, kenaikan BBM terjadi pada September 2022. Dua Periode Menjabat, Jokowi Sudah Naikkan Harga BBM 6 Kali. (CNN Indonesia/ Lidya Julita).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sudah 6 kali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Terakhir, kenaikan BBM terjadi pada September 2022.

Manajemen Teknologi dan Inovasi Sigit Setiawan mengatakan data dari Google Search mencatat selama masa Pemerintahan Jokowi, isu perubahan harga BBM adalah yang paling banyak dicari.

"Ada 6 kali kenaikan harga BBM di dua periode Jokowi. Ada 2 kali di 2022," ujarnya dalam SAPA MEDIA yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (3/10).

Ia menambahkan pencarian isu soal kenaikan BBM terus meningkat akhir-akhir ini. "Dan itu mulai meningkat akhir-akhir ini dibandingkan dengan periode lainnya," imbuhnya. 

Ia menambahkan data tersebut juga mencatat pada 1 April, 28 Juni, hingga 28 Agustus hingga 3 September 2022 menjadi fase puncak di mana masyarakat mengakses informasi kenaikan harga BBM.

"Daerah yang paling banyak menolak kenaikan harga BBM (berdasarkan data Google Search) adalah Sulawesi Tenggara, Aceh, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan lain-lain," jelasnya.

Sementara itu, riset CNNIndonesia.com, menunjukkan kenaikan BBM terjadi sejak periode 2014. Berikut rinciannya:

1. 2014

Kenaikan harga BBM pertama terjadi pada November 2014. Jokowi dan Jusuf Kalla yang baru menjabat langsung menaikkan harga BBM.

Premium naik dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 per liter. Sedangkan Solar naik dari Rp5.500 per liter menjadi Rp7.500 per liter.

2. 2015 (2 kali)

Sempat turun harga di awal 2015, Jokowi kembali menaikkan harga BBM pada 1 Maret di tahun yang sama. Harga premium naik Rp200 menjadi Rp6.800 per liter.

Pada 28 Maret 2015, harga BBM jenis premium dan solar kembali naik. Premium dari Rp6.800 per liter menjadi Rp7.300 per liter. Sementara, solar naik dari Rp6.400 per liter menjadi Rp6.900 per liter.

3. 2018 (2 kali)

Harga BBM jenis pertalite naik dua kali pada tahun ini. Pada 20 Januari 2018, Jokowi menaikkan harga pertalite menjadi Rp7.600 per liter.

Setelah itu, harga pertalite kembali naik menjadi Rp7.800 per liter pada 24 Maret 2018.

4. 2022 (2 kali)

Sebelum kenaikan pada September 2022, Jokowi sudah lebih dulu menaikkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax pada April 2022.

Harganya naik dari Rp9.000 menjadi Rp12.500 per liter. Setelah itu, pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter pada awal September 2022.

Namun, pertamax mendapat penyesuaian harga pada awal 1 Oktober 2022. Pertamax turun Rp600 per liter dari Rp14.500 menjadi Rp13.900 per liter.

[Gambas:Video CNN]



CATATAN REDAKSI: Berita ini mengalami perubahan pada judul setelah menyesuaikan dengan hasil wawancara terhadap narasumber. Judul diubah pada puku 16.00 WIB.

(skt/dzu)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER