OPEC+ Bakal Pangkas Produksi Minyak Lebih dari 1 Juta Barel per Hari

tim | CNN Indonesia
Senin, 03 Okt 2022 20:41 WIB
Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) mengkaji rencana pengurangan produksi minyak lebih dari 1 juta barel per hari (bph). Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) mengkaji rencana pengurangan produksi minyak lebih dari 1 juta barel per hari (bph). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc).
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) mengkaji rencana pengurangan produksi minyak lebih dari 1 juta barel per hari (bph).

Kartel minyak dunia itu menolak menaikkan produksi untuk menurunkan harga minyak meski mendapat tekanan, termasuk dari Amerika Serikat, untuk membantu ekonomi global.

Sejumlah analis memperkirakan keputusan pengurangan produksi ini diambil dalam pertemuan yang digelar pada 5 Oktober mendatang di Wina, Austria. Ini menjadi pertemuan pertama kalinya sejak Maret 2020.

Jika pengurangan produksi minyak tersebut benar terjadi, maka kebijakan itu menjadi pemangkasan yang terbesar sejak 2020.

Saat itu, OPEC+ mengurangi produksi dengan rekor 10 juta barel per hari (bph) usai permintaan turun imbas pandemi covid-19.

Mengutip CNN, pengurangan produksi tersebut bisa memancing amarah Gedung Putih, yang terus menekan Arab Saudi untuk memompa lebih banyak minyak.

Analis dan pengamat OPEC seperti UBS dan JP Morgan telah menyarankan tentang pengurangan sekitar 1 juta barel per hari yang dapat membantu menahan penurunan harga.

"(Harga) minyak US$90 tidak dapat dinegosiasikan untuk kepemimpinan OPEC+, oleh karena itu mereka akan bertindak untuk menjaga harga dasar ini," kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

Wacana pengurangan produksi minyak tersebut sudah mulai berdampak pada perdagangan Asia awal pekan ini. Harga minyak mentah Brent tercatat melonjak 3,28 persen.

[Gambas:Video CNN]



(skt/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER