Credit Suisse Disebut Akan Bangkrut, Khawatir Senasib Lehman Brothers

CNN Indonesia
Kamis, 06 Okt 2022 16:31 WIB
Credit Suisse, bank investasi asal Swiss, disebut bakal bangkrut karena potensi gagal bayar. Credit Suisse, bank investasi asal Swiss, disebut bakal bangkrut karena potensi gagal bayar. (AFP/Fabrice Coffrini).
Jakarta, CNN Indonesia --

Credit Suisse, bank investasi asal Swiss, disebut bakal bangkrut karena potensi gagal bayar.

Tak sampai di situ, saham perusahaan juga merosot tajam ke level terendahnya pada Senin (3/10) lalu. Mengutip Reuters, saham perusahaan anjlok hingga 11,5 persen.

Kepercayaan investor, termasuk karyawan, juga menurun hingga CEO Ulrich Korner mengirimkan memo yang isinya meyakinkan seluruh karyawan mengenai posisi permodalan dan likuditas bank.

Diketahui, mengutip Forbes, kinerja perusahaan telah merugi sebanyak empat kali, yakni pada kuartal I 2021 sebanyak US$254 juta, kuartal IV sebesar US$2,085 miliar.

Lalu, pada kuartal I 2022 rugi US$275 juta dan kuartal IV 2022 kembali merugi sebanyak US$1,609 miliar.

Berkaca pada kondisi ini, pasar khawatir Credit Suisse akan senasib Lehman Brothers, raksasa keuangan AS yang bangkrut pada 2008 silam. Masalahnya, kebangkrutan Lehman Brothers saat itu menjadi pemicu krisis keuangan global.

Namun demikian, Credit Suisse dilaporkan masih memiliki capital buffer (bantalan modal) hampir US$100 miliar untuk menutup kerugian. Asetnya yang dikelolanya pun masih US$1,47 triliun per kuartal kedua tahun ini.

Aset yang besar itu, di atas Lehman Brothers yang hanya US$600 miliar, diyakini akan menarik perhatian khusus Bank Nasional Swiss (SNB) untuk menyelamatkan Credit Suisse.

"Kami sedang memantau situasinya. Mereka (Credit Suisse) sedang mengerjakan strategi yang akan dirilis pada akhir bulan ini," terang Anggota Dewan Pengurus SNB Andrea Maechler.

Credit Suisse sendiri menangkis kekhawatiran banyak pihak mengenai kesehatan keuangan perusahaan. Termasuk juga ketakutan menyusul kebangkrutan Lehman Brothers.

[Gambas:Video CNN]



(skt/bir)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER