Jokowi Pesan ke BPJamsostek: Titip Dana Rp607 T, Itu Uang Pekerja

tim | CNN Indonesia
Jumat, 07 Okt 2022 16:35 WIB
Presiden Jokowi, seperti disampaikan Dirut BPJS Ketenagakerjaan, meminta agar dana investasi Rp607 triliun dikelola dengan baik dan hati-hati. Presiden Jokowi, seperti disampaikan Dirut BPJS Ketenagakerjaan, meminta agar dana investasi Rp487 triliun dikelola dengan baik dan hati-hati. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek agar mengelola dana investasi sebesar Rp607 triliun dengan baik di tengah kondisi ekonomi saat ini.

"(Presiden) berharap, pesan, titip dana Rp607 triliun itu diinvestasikan dengan baik. Hati-hati. Karena, itu uang yang sangat besar, uang para pekerja," ujarnya seperti disampaikan Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jumat (7/10).

Ia mengklaim BPJS Ketenagakerjaan sudah menyesuaikan portofolio investasinya sejalan dengan perkembangan ekonomi dan pasar keuangan global.

Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan Edwin Michael Ridwan mengaku selama 19 bulan terakhir menyesuaikan portofolio investasi untuk menerapkan mitigasi dan beradaptasi dengan profil risiko yang ada.

Upaya mitigasi tersebut, antara lain pengurangan porsi investasi di saham dan menjual sejumlah kepemilikan Surat Utang Negara (SUN) untuk kemudian membeli produk investasi yang prospektif sesuai tren kenaikan imbal hasil (yield) instrumen keuangan.

"Kami selalu looking forward dan antisipatif. Bukan reaktif. Sehingga, sejak kami masuk, komposisi di saham 17 persen dan kami kurangi terus, dan tidak menambah penempatan di saham," jelasnya.

Tak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan, sambung Edwin, juga membeli produk obligasi negara tenor 10 tahun agar mendapat keuntungan dari tren kenaikan imbal hasil di atas 7 persen, sejalan dengan era kenaikan suku bunga di pasar global saat ini.

"Kami sudah membelanjakan sekarang, karena kami melihat bahwa produk dari suku bunga, terutama obligasi negara yang 10 tahun sekarang sudah di atas 7 persen, jadi kami banyak belanja," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(bir/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER