Ridwan Kamil dan Mencegah Agar LRT Jabodebek Tak Senasib LRT Palembang
tim | CNN Indonesia
Rabu, 26 Okt 2022 06:55 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pengamat menyebut LRT Jabodebek tak akan bernasib seperti LRT Palembang asal fasilitas penunjang stasiun serta konektivitas dengan moda transportasi lain bagus. (Arsip KAI).
Jakarta, CNN Indonesia --
Light Rail Transit (LRT) Jabodebek menjadi salah satu moda transportasi yang tengah dikembangkan oleh pemerintah. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2023, mundur dari target awal 2022.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pernah memastikan LRT Jabodebek akan meluncur pada 17 Agustus 2022 bersamaan momentum HUT RI ke-77.
"17 Agustus kita harapkan jadi hadiah (HUT RI), soft launching akan kita lakukan," ujarnya saat ditemui di Jatimulya, Bekasi Timur, April lalu.
Menurut Luhut, proyek pembangunan LRT Jabodebek berjalan baik, meskipun sempat terjadi insiden tabrakan pada Oktober 2021 lalu. Insiden tersebut terjadi saat uji coba.
"Kemarin ada insiden kecil, tetapi kami sudah temukan. Saya pikir itu wajar. Software (perangkat lunak) sudah disempurnakan," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang akan mengoperasikan LRT Jabodebek mengatakan dengan moda itu, perjalanan Bekasi-Jakarta bisa ditempuh dalam 34 menit, lebih cepat dari selama ini yang bisa memakan lebih dari satu jam.
Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan LRT rencananya beroperasi setiap hari mulai 05.45 WIB hingga 23.00 WIB. Penentuan jam operasional disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat komuter beraktivitas di seputar Jakarta dan Bekasi.
LRT Jabodebek akan menghubungkan beberapa kota, meliputi Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Dalam proyek ini, tergabung Kementerian Perhubungan, PT KAI, PT LRT, PT INKA, PT LEN Industri, dan PT Adhi Karya.
Terbaru, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Entus Asnawi Mukhson mengatakan pembangunan proyek secara fisik sudah mencapai 96 persen saat ini. Namun, pihaknya masih perlu memastikan terlebih dahulu terkait faktor keamanan penumpang.
Dia mengatakan kereta layang ringan ini dioperasikan dengan Grade of Automation (GoA) level tiga atau tanpa masinis, yang merupakan pertama kali diterapkan pada sistem perkeretaapian di Indonesia.
Kemudian, semua pengoperasian dan pengendalian akan dilakukan melalui sistem di unit depo seluas 11 hektar yang berlokasi di Bekasi Timur.
"Tidak ada masinisnya, semua dikendalikan oleh sistem yang dikelola di depo," ucap Entus.
Dia menjelaskan nilai kontrak proyek kereta tanpa masinis ini mencapai Rp23,3 triliun, dengan pola pembiayaan yakni sebesar Rp4,2 triliun pembayaran dilakukan di akhir, dan sebesar Rp19,1 triliun pembayaran dilakukan dengan periode tiga bulanan.
"Jadi kurang lebih (anggaran proyek) Rp500 miliar per kilometer," ujar Entus.
LRT Jabodebek bukan lah proyek pertama pemerintah di sektor transportasi serupa. Sebelumnya pemerintah telah membangun LRT di Palembang bertepatan dengan perhelatan Asian Games 2018.
Namun, baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengkritik dan menyebut LRT Palembang sebagai proyek gagal. Menurutnya, kegagalan terjadi akibat pengambilan keputusan LRT Palembang yang dasar perencanaannya dilakukan berdasar tujuan politik. Ridwan Kamil mengatakan keputusan membuat LRT Palembang didasarkan atas hajatan besar Asian Games 2018.
"Ada juga konsep saya kasih tahu kegagalan decision Rp9 triliun membuat namanya LRT Palembang. Decision based-nya, political decision not planning decision. Ini karena ada mau ada Asian Games, harus ada koneksi dari Palembang ke Jakabaring," ungkap Ridwan Kamil seperti dikutip dari detik.com, Senin (24/10)
Ridwan kemudian menjelaskan LRT Palembang mengalami tantangan karena kondisi ridership-nya penumpang hariannya belum maksimal. Hal ini disebabkan populasi masyarakat yang tidak besar.
Namun, ia meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Ia menyatakan permasalahan pembangunan LRT Palembang ia sampaikan terkait permintaan developer di Bekasi-Karawang dalam sebuah diskusi.
Dalam diskusi itu, tiba-tiba ada developer yang meminta dibangunkan MRT. Kemudian ia jawab permintaan itu dengan beberapa argumentasi.
"Mungkin kebiasaan saya sebagai mantan dosen yang selalu berargumen dengan memberi contoh studi kasus. Suka lupa bahwa dalam ber-statement akademik, melekat jabatan saya sebagai pemimpin daerah, sehingga ada kritikan "urus aja atuh jabar, jangan sok komen pembangunan daerah lain". Kritikan itu saya terima dengan lapang dada," ujarnya.
Namun, Kabag Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan tren penumpang LRT Palembang saat ini terus membaik. Berdasarkan data yang dikantonginya, rata-rata penumpang harian pada Oktober 2022 sudah mencapai 9.666 penumpang per hari.
"LRT Sumsel ini memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat kota Palembang," papar Aida.
Lantas apakah LRT Jabodebek berpotensi sepi peminta seperti LRT Palemabang?
Pengamat Transportasi sekaligus Dosen Teknik Sipil Universitas Indonesia Andyka Kusuma mengatakan potensi permintaan LRT Jabodebek bisa lebih besar dibanding Palembang. Pasalnya populasi masyarakat Jabodebek lebih banyak dibandingkan Palembang.
Ia juga memprediksi jumlah penumpang LRT Jabodebek bisa melebihi LRT Palembang yang sebanyak 9.666 orang per hari,
Namun untuk itu, ia mengatakan aksesibilitas dari dan menuju stasiun LRT serta konektivitas dengan moda transportasi lain perlu diperhatikan demi menunjang permintaan menggunakan LRT Jabodebek.
"Kalau akses dari dan menuju stasiun tidak baik maka demand yang akan menggunakan LRT juga tidak akan optimal," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/10).
Lebih lanjut, Andyka mengatakan keberadaan LRT Jabodebek nantinya bisa mengurangi penggunaan motor dan mobil di jalanan. Namun, pembatasan penggunaan kendaraan dan manajemen lalu lintas juga ia sebut perlu ditinjau kembali sehingga bisa mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik.
Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan terdapat 310 potensi kawasan perumahan di sekitar stasiun LRT Jabodebek dengan radius 5 kilometer. Itu artinya LRT Jabadebek sebenarya memiliki potensi penumpang yang cukup besar.
"Kalau potensi sebenarnya lebih tinggi LRT Jabodebek dibanding Palembang," kata Djoko.
Ia mengatakan masyarakat Jabodebek lebih memiliki banyak kepentingan untuk menggunakan transportasi umum ketimbang Palembang. Ia memprediksi penumpang harian LRT Jabodebek nantinya bisa mencapai 15 ribuan.
Djoko mengatakan potensi penumpang tersebut harus didukung dengan aksesibilitas menuju stasiun LRT. Sebagai sebuah transportasi publik, pelayanan LRT Jabodebek disebut tidak bisa bersifat tunggal, tetapi harus terintegrasi dari pra perjalanan, selama perjalanan, dan pasca perjalanan.
Ia mengatakan kawasan perumahan yang berpotensi menjadi pengguna LRT Jabodebek harus dilengkapi akses ke stasiun LRT terdekat, baik dengan fasilitas transportasi umum, fasilitas jalur pejalan kaki, jembatan penyeberangan orang (JPO), sky bridge, jalur sepeda, dan parkir kendaraan pribadi.
Lebih lanjut, Djoko menilai keberadaan LRT Jabodebek memang nantinya bisa mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalanan. Namun, kebijakan lalu lintas di Jakarta ia sebut harus ditinjau kembali.
Ia mengatakan pemerintah perlu menerapkan strategi push and pull demi mengoptimalkan pemberdayaan transportasi umum. Kebijakan pull dilakukan pemerintah untuk menarik masyarakat menggunakan transportasi dengan menyediakan berbagai fasilitas.
Sedangkan push strategy dilakukan untuk mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi ke transportasi publik dengan menerapkan sejumlah aturan.
"Push strategy di Jakarta baru satu yaitu ganjil genap. Ganjil genap sekarang enggak efektif. Pertama mendorong orang menambah mobil atau plat nomornya dua," ujarnya.
Light Rail Transit (LRT) Jabodebek menjadi salah satu moda transportasi yang tengah dikembangkan oleh pemerintah. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2023, mundur dari target awal 2022.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pernah memastikan LRT Jabodebek akan meluncur pada 17 Agustus 2022 bersamaan momentum HUT RI ke-77.
"17 Agustus kita harapkan jadi hadiah (HUT RI), soft launching akan kita lakukan," ujarnya saat ditemui di Jatimulya, Bekasi Timur, April lalu.
Menurut Luhut, proyek pembangunan LRT Jabodebek berjalan baik, meskipun sempat terjadi insiden tabrakan pada Oktober 2021 lalu. Insiden tersebut terjadi saat uji coba.
"Kemarin ada insiden kecil, tetapi kami sudah temukan. Saya pikir itu wajar. Software (perangkat lunak) sudah disempurnakan," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang akan mengoperasikan LRT Jabodebek mengatakan dengan moda itu, perjalanan Bekasi-Jakarta bisa ditempuh dalam 34 menit, lebih cepat dari selama ini yang bisa memakan lebih dari satu jam.
Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan LRT rencananya beroperasi setiap hari mulai 05.45 WIB hingga 23.00 WIB. Penentuan jam operasional disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat komuter beraktivitas di seputar Jakarta dan Bekasi.
LRT Jabodebek akan menghubungkan beberapa kota, meliputi Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Dalam proyek ini, tergabung Kementerian Perhubungan, PT KAI, PT LRT, PT INKA, PT LEN Industri, dan PT Adhi Karya.
Terbaru, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Entus Asnawi Mukhson mengatakan pembangunan proyek secara fisik sudah mencapai 96 persen saat ini. Namun, pihaknya masih perlu memastikan terlebih dahulu terkait faktor keamanan penumpang.
Dia mengatakan kereta layang ringan ini dioperasikan dengan Grade of Automation (GoA) level tiga atau tanpa masinis, yang merupakan pertama kali diterapkan pada sistem perkeretaapian di Indonesia.
Kemudian, semua pengoperasian dan pengendalian akan dilakukan melalui sistem di unit depo seluas 11 hektar yang berlokasi di Bekasi Timur.
"Tidak ada masinisnya, semua dikendalikan oleh sistem yang dikelola di depo," ucap Entus.
Dia menjelaskan nilai kontrak proyek kereta tanpa masinis ini mencapai Rp23,3 triliun, dengan pola pembiayaan yakni sebesar Rp4,2 triliun pembayaran dilakukan di akhir, dan sebesar Rp19,1 triliun pembayaran dilakukan dengan periode tiga bulanan.
"Jadi kurang lebih (anggaran proyek) Rp500 miliar per kilometer," ujar Entus.
LRT Jabodebek bukan lah proyek pertama pemerintah di sektor transportasi serupa. Sebelumnya pemerintah telah membangun LRT di Palembang bertepatan dengan perhelatan Asian Games 2018.
Namun, baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengkritik dan menyebut LRT Palembang sebagai proyek gagal. Menurutnya, kegagalan terjadi akibat pengambilan keputusan LRT Palembang yang dasar perencanaannya dilakukan berdasar tujuan politik. Ridwan Kamil mengatakan keputusan membuat LRT Palembang didasarkan atas hajatan besar Asian Games 2018.
"Ada juga konsep saya kasih tahu kegagalan decision Rp9 triliun membuat namanya LRT Palembang. Decision based-nya, political decision not planning decision. Ini karena ada mau ada Asian Games, harus ada koneksi dari Palembang ke Jakabaring," ungkap Ridwan Kamil seperti dikutip dari detik.com, Senin (24/10)
Ridwan kemudian menjelaskan LRT Palembang mengalami tantangan karena kondisi ridership-nya penumpang hariannya belum maksimal. Hal ini disebabkan populasi masyarakat yang tidak besar.
Namun, ia meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Ia menyatakan permasalahan pembangunan LRT Palembang ia sampaikan terkait permintaan developer di Bekasi-Karawang dalam sebuah diskusi.
Dalam diskusi itu, tiba-tiba ada developer yang meminta dibangunkan MRT. Kemudian ia jawab permintaan itu dengan beberapa argumentasi.
"Mungkin kebiasaan saya sebagai mantan dosen yang selalu berargumen dengan memberi contoh studi kasus. Suka lupa bahwa dalam ber-statement akademik, melekat jabatan saya sebagai pemimpin daerah, sehingga ada kritikan "urus aja atuh jabar, jangan sok komen pembangunan daerah lain". Kritikan itu saya terima dengan lapang dada," ujarnya.
Namun, Kabag Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan tren penumpang LRT Palembang saat ini terus membaik. Berdasarkan data yang dikantonginya, rata-rata penumpang harian pada Oktober 2022 sudah mencapai 9.666 penumpang per hari.
"LRT Sumsel ini memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat kota Palembang," papar Aida.
Lantas apakah LRT Jabodebek berpotensi sepi peminta seperti LRT Palemabang?
Pengamat Transportasi sekaligus Dosen Teknik Sipil Universitas Indonesia Andyka Kusuma mengatakan potensi permintaan LRT Jabodebek bisa lebih besar dibanding Palembang. Pasalnya populasi masyarakat Jabodebek lebih banyak dibandingkan Palembang.
Ia juga memprediksi jumlah penumpang LRT Jabodebek bisa melebihi LRT Palembang yang sebanyak 9.666 orang per hari,
Namun untuk itu, ia mengatakan aksesibilitas dari dan menuju stasiun LRT serta konektivitas dengan moda transportasi lain perlu diperhatikan demi menunjang permintaan menggunakan LRT Jabodebek.
"Kalau akses dari dan menuju stasiun tidak baik maka demand yang akan menggunakan LRT juga tidak akan optimal," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/10).
Lebih lanjut, Andyka mengatakan keberadaan LRT Jabodebek nantinya bisa mengurangi penggunaan motor dan mobil di jalanan. Namun, pembatasan penggunaan kendaraan dan manajemen lalu lintas juga ia sebut perlu ditinjau kembali sehingga bisa mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik.
LRT Jabodebek Didukung 310 Potensi Kawasan Perumahan
Pengamat menyebut LRT Jabodebek tak akan seperti LRT Palembang karena didukung potensi 310 kawasan perumahan. Hal itu bisa memberi penumpang besar. Ilustrasi LRT. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan terdapat 310 potensi kawasan perumahan di sekitar stasiun LRT Jabodebek dengan radius 5 kilometer. Itu artinya LRT Jabadebek sebenarya memiliki potensi penumpang yang cukup besar.
"Kalau potensi sebenarnya lebih tinggi LRT Jabodebek dibanding Palembang," kata Djoko.
Ia mengatakan masyarakat Jabodebek lebih memiliki banyak kepentingan untuk menggunakan transportasi umum ketimbang Palembang. Ia memprediksi penumpang harian LRT Jabodebek nantinya bisa mencapai 15 ribuan.
Djoko mengatakan potensi penumpang tersebut harus didukung dengan aksesibilitas menuju stasiun LRT. Sebagai sebuah transportasi publik, pelayanan LRT Jabodebek disebut tidak bisa bersifat tunggal, tetapi harus terintegrasi dari pra perjalanan, selama perjalanan, dan pasca perjalanan.
Ia mengatakan kawasan perumahan yang berpotensi menjadi pengguna LRT Jabodebek harus dilengkapi akses ke stasiun LRT terdekat, baik dengan fasilitas transportasi umum, fasilitas jalur pejalan kaki, jembatan penyeberangan orang (JPO), sky bridge, jalur sepeda, dan parkir kendaraan pribadi.
Lebih lanjut, Djoko menilai keberadaan LRT Jabodebek memang nantinya bisa mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalanan. Namun, kebijakan lalu lintas di Jakarta ia sebut harus ditinjau kembali.
Ia mengatakan pemerintah perlu menerapkan strategi push and pull demi mengoptimalkan pemberdayaan transportasi umum. Kebijakan pull dilakukan pemerintah untuk menarik masyarakat menggunakan transportasi dengan menyediakan berbagai fasilitas.
Sedangkan push strategy dilakukan untuk mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi ke transportasi publik dengan menerapkan sejumlah aturan.
"Push strategy di Jakarta baru satu yaitu ganjil genap. Ganjil genap sekarang enggak efektif. Pertama mendorong orang menambah mobil atau plat nomornya dua," ujarnya.