Daftar Negara Beri Makan Siang Gratis seperti Program Prabowo-Gibran
CNN Indonesia
Selasa, 20 Feb 2024 18:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Prabowo-Gibran bukan satu-satunya yang punya program makan siang gratis. Ada 25 negara di Eropa yang menerapkan program serupa. (Foto: REUTERS/AJENG DINAR ULFIANA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Prabowo-Gibran bukan satu-satunya yang punya program makan siang gratis. Mayoritas negara di Eropa juga memberikan makan siang gratis kepada anak sekolah.
Pasangan calon nomor urut 2 itu berjanji memberikan makan siang dan susu gratis jika menang di Pilpres 2024. Sasarannya 82,9 juta anak Indonesia dengan anggaran sekitar Rp400 triliun per tahun.
Di Eropa, setidaknya 25 dari 27 negara anggota Uni Eropa (UE) mempunyai program makan siang gratis untuk anak-anak. Senior Researcher Luxembourg Institute of Socio-Economic Research (LISER) Anne-Catherine Guio pernah meneliti fenomena makan siang gratis ini. Risetnya terbitkan pada 2023 lalu dengan judul "Children & Society, Volume 37, Issue 5".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitiannya didanai oleh Direktorat Jenderal Ketenagakerjaan, Sosial, dan Inklusi Komisi Eropa. Akan tetapi, Anne menegaskan tidak ada konflik kepentingan dalam penelitian tersebut.
Makan siang bagi anak-anak sekolah merupakan bagian dari sejarah panjang dunia, meski tujuannya bermacam-macam. Anne mencatat pemberian makan siang gratis di sekolah pertama kali ada di Finlandia pada 1948.
Pada 2021, Komisi Eropa (European Commission) menggagas European Child Guarantee yang bisa diterapkan oleh negara anggotanya. Ini ditujukan untuk memberi jaminan berupa akses pendidikan gratis, kesehatan gratis, perawatan anak usia dini gratis, nutrisi sehat, dan tempat tinggal yang memadai.
Sasaran utamanya adalah anak-anak yang membutuhkan, terutama mereka yang miskin dan berpotensi mengalami pengucilan sosial. Istilah yang umum digunakan untuk kelompok ini adalah at risk of poverty or social exclusion (AROPE) atau at risk of poverty (AROP).
"Beberapa negara anggota (anggota Uni Eropa) memprioritaskan ketentuan tersebut (makan siang gratis) untuk semua atau sebagian besar anak. Negara-negara anggota lainnya memilih menargetkan penyediaan makanan sekolah gratis pada beberapa anak dalam situasi rentan atau beberapa sekolah," tulis Anne dalam laporan tersebut, dikutip Selasa (20/2).
Meski begitu, tidak semua negara anggota UE menerapkan makan siang gratis. Denmark dan Belanda tidak ikut serta melakukan program ini.
Gratis di SD sepanjang hari pembelajaran untuk anak dari rumah tangga berpenghasilan rendah, pencari suaka, anak migran tanpa pendamping, berada di bawah perwalian negara, anak dengan anggota keluarga disabilitas berat, dan mempunyai masalah kesehatan.
2. Republik Ceko
Gratis untuk anak-anak usia 3 tahun-15 tahun dari keluarga berpenghasilan rendah.
3. Jerman
Tersedia gratis setiap hari pembelajaran di sekolah, di mana sebagian besarnya berupa subsidi. Mereka yang berhak adalah anak dari orang tua yang terdaftar sebagai penerima bantuan sosial hingga tunjangan pencari kerja.
4. Hungaria
Gratis di sekolah dasar, tetapi kuotanya dipangkas 50 persen untuk tingkat SMA. Anak-anak penerima program ini adalah mereka dengan manfaat perlindungan anak reguler atau tinggal di panti asuhan.
5. Luksemburg
Dibagikan kepada anak-anak yang berasal dari rumah tangga berpenghasilan rendah, berdasarkan identifikasi Kementerian Sosial.
6. Malta
Gratis hanya di sekolah negeri. Makan siang ini diberikan kepada anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah; merupakan siswa atau memiliki orang tua/saudara kandung menderita penyakit mental; anak terlantar karena masalah dalam keluarga; dan pengungsi atau pencari suaka.
7. Portugal
Gratis untuk anak yang orang tuanya berpenghasilan rendah atau penyandang disabilitas.
8. Slowakia
Gratis untuk anak-anak SD dari rumah tangga berpendapatan rendah. Juga berlaku untuk semua anak pada tahun terakhir pendidikan pra-sekolah.
9. Slovenia
Diberikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
10. Spanyol
Target pemberian berbeda-beda tergantung komunitas otonom. Ada yang gratis untuk anak-anak miskin, anak di panti asuhan, siswa berasal dari rumah tangga yang menderita kekerasan berbasis gender, korban terorisme, anak di bawah umur tanpa pendamping, hingga penyandang disabilitas.
Lanjut ke halaman berikutnya...
c. Makan siang gratis tidak di seluruh wilayah negara
1. Austria
Pemerintah Austria baru menyediakan program makan siang gratis untuk anak-anak SD di Wina.
2. Belgia
Hanya ditargetkan untuk anak pra-SD. Proyek percontohannya dilakukan di sekolah komunitas berbahasa Prancis dengan target sekolah yang paling kurang beruntung.
3. Bulgaria
Ini dijalankan melalui Palang Merah Bulgaria yang menyasar anak berumur 7 tahun-18 tahun dari keluarga miskin. Sasarannya hanya di 24 kabupaten.
4. Yunani
Pemerintah memberikan makan siang gratis kepada 992 dari 4.449 SD terpilih, di 74 dari 332 kota. Ada juga skema percontohan dari pihak swasta yang menyasar 73 sekolah paling rentan di negara ini.
5. Prancis
Makan siang gratis diberikan hanya untuk 50 kota dari total 35 ribu kota di Prancis. Besaran anggaran tergantung masing-masing kota.
6. Kroasia
Pemberian makan siang gratis di Kroasia beragam di masing-masing daerah target. Umumnya, gratis bagi mereka anak penerima bansos, dari orang tua yang menganggur, anak penyandang disabilitas akibat Perang Dalam Negeri Kroasia, dan anak dari mereka pembela Perang Dalam Negeri.
7. Irlandia
Pemerintah mengalokasikan makan siang gratis untuk 890 sekolah terpilih berdasarkan kriteria tertentu.
8. Italia
Ada bermacam-macam mekanisme dan sasaran pembagian makan siang gratis di Italia.
9. Polandia
Gratis untuk anak-anak miskin. Namun, ada batasan berapa proporsi anak di setiap sekolah yang memenuhi syarat.
10. Rumania
Baru ada program percontohan di 150 sekolah terpilih pada 2020-2021.
Jika berdasarkan sumber lain, ada juga negara di luar kelompok Uni Eropa yang diklaim memberikan makan siang gratis. World Population Review yang menyebut makan siang gratis untuk anak sekolah juga diberikan di Brasil, India, hingga Nigeria.
Anne-Catherine Guio mencoba memperkirakan biaya yang diperlukan 25 negara Uni Eropa ini untuk memberikan makan siang gratis. Ini mencakup mereka yang selama ini belum termasuk dalam program tersebut, padahal mungkin berasal dari keluarga miskin.
Ia menghitung perkiraan biaya makan siang gratis ini untuk semua anak yang masuk dalam kategori AROPE/AROP berusia 6 tahun-17 tahun. Perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan makan siang gratis tetap diberikan termasuk saat libur sekolah, yakni total keseluruhan 261 hari.
1. Belgia 241,94 juta euro atau Rp4,08 triliun (asumsi kurs Rp16.865 per euro) 2. Bulgaria 59,73 juta euro atau Rp1 triliun 3. Ceko 34,22 juta euro atau Rp577,31 miliar 4. Denmark 78,24 juta euro atau Rp1,31 triliun 5. Estonia 1,89 juta euro atau Rp32 miliar 6. Irlandia 120,46 juta euro atau Rp2,03 triliun 7. Yunani 204,78 juta euro atau Rp3,45 triliun 8. Spanyol 501,93 juta euro atau Rp8,46 triliun 9. Prancis 1,59 miliar euro atau Rp26,89 triliun 10. Kroasia 36,60 juta euro atau Rp617,44 miliar 11. Italia 1,74 miliar euro atau Rp29,49 triliun 12. Siprus 10,48 juta euro atau Rp176,79 miliar 13. Latvia 3,65 juta euro atau Rp61,56 miliar 14. Lithuania 15,04 juta euro atau Rp253,70 miliar 15. Luksemburg 7,24 juta euro atau Rp122,13 miliar 16. Hungaria 9,64 juta euro atau Rp162,59 miliar 17. Malta 7,50 juta euro atau Rp126,54 miliar 18. Austria 183,93 juta euro atau Rp3,10 triliun 19. Polandia 172,39 juta euro atau Rp2,90 triliun 20. Portugal 5,93 juta euro atau Rp100,11 miliar 21. Rumania 359,10 juta euro atau Rp6,05 triliun 22. Slovenia 2,01 juta euro atau Rp33,99 miliar 23. Slowakia 33,66 juta euro atau Rp567,72 miliar 24. Finlandia 5,92 juta euro atau Rp99,82 miliar 25. Swedia 21,99 juta euro atau Rp370,88 miliar
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan program makan siang gratis Prabowo-Gibran memerlukan anggaran Rp400 triliun per tahun.
Prabowo-Gibran bukan satu-satunya yang punya program makan siang gratis. Mayoritas negara di Eropa juga memberikan makan siang gratis kepada anak sekolah.
Pasangan calon nomor urut 2 itu berjanji memberikan makan siang dan susu gratis jika menang di Pilpres 2024. Sasarannya 82,9 juta anak Indonesia dengan anggaran sekitar Rp400 triliun per tahun.
Di Eropa, setidaknya 25 dari 27 negara anggota Uni Eropa (UE) mempunyai program makan siang gratis untuk anak-anak. Senior Researcher Luxembourg Institute of Socio-Economic Research (LISER) Anne-Catherine Guio pernah meneliti fenomena makan siang gratis ini. Risetnya terbitkan pada 2023 lalu dengan judul "Children & Society, Volume 37, Issue 5".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitiannya didanai oleh Direktorat Jenderal Ketenagakerjaan, Sosial, dan Inklusi Komisi Eropa. Akan tetapi, Anne menegaskan tidak ada konflik kepentingan dalam penelitian tersebut.
Makan siang bagi anak-anak sekolah merupakan bagian dari sejarah panjang dunia, meski tujuannya bermacam-macam. Anne mencatat pemberian makan siang gratis di sekolah pertama kali ada di Finlandia pada 1948.
Pada 2021, Komisi Eropa (European Commission) menggagas European Child Guarantee yang bisa diterapkan oleh negara anggotanya. Ini ditujukan untuk memberi jaminan berupa akses pendidikan gratis, kesehatan gratis, perawatan anak usia dini gratis, nutrisi sehat, dan tempat tinggal yang memadai.
Sasaran utamanya adalah anak-anak yang membutuhkan, terutama mereka yang miskin dan berpotensi mengalami pengucilan sosial. Istilah yang umum digunakan untuk kelompok ini adalah at risk of poverty or social exclusion (AROPE) atau at risk of poverty (AROP).
"Beberapa negara anggota (anggota Uni Eropa) memprioritaskan ketentuan tersebut (makan siang gratis) untuk semua atau sebagian besar anak. Negara-negara anggota lainnya memilih menargetkan penyediaan makanan sekolah gratis pada beberapa anak dalam situasi rentan atau beberapa sekolah," tulis Anne dalam laporan tersebut, dikutip Selasa (20/2).
Meski begitu, tidak semua negara anggota UE menerapkan makan siang gratis. Denmark dan Belanda tidak ikut serta melakukan program ini.
Gratis di SD sepanjang hari pembelajaran untuk anak dari rumah tangga berpenghasilan rendah, pencari suaka, anak migran tanpa pendamping, berada di bawah perwalian negara, anak dengan anggota keluarga disabilitas berat, dan mempunyai masalah kesehatan.
2. Republik Ceko
Gratis untuk anak-anak usia 3 tahun-15 tahun dari keluarga berpenghasilan rendah.
3. Jerman
Tersedia gratis setiap hari pembelajaran di sekolah, di mana sebagian besarnya berupa subsidi. Mereka yang berhak adalah anak dari orang tua yang terdaftar sebagai penerima bantuan sosial hingga tunjangan pencari kerja.
4. Hungaria
Gratis di sekolah dasar, tetapi kuotanya dipangkas 50 persen untuk tingkat SMA. Anak-anak penerima program ini adalah mereka dengan manfaat perlindungan anak reguler atau tinggal di panti asuhan.
5. Luksemburg
Dibagikan kepada anak-anak yang berasal dari rumah tangga berpenghasilan rendah, berdasarkan identifikasi Kementerian Sosial.
6. Malta
Gratis hanya di sekolah negeri. Makan siang ini diberikan kepada anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah; merupakan siswa atau memiliki orang tua/saudara kandung menderita penyakit mental; anak terlantar karena masalah dalam keluarga; dan pengungsi atau pencari suaka.
7. Portugal
Gratis untuk anak yang orang tuanya berpenghasilan rendah atau penyandang disabilitas.
8. Slowakia
Gratis untuk anak-anak SD dari rumah tangga berpendapatan rendah. Juga berlaku untuk semua anak pada tahun terakhir pendidikan pra-sekolah.
9. Slovenia
Diberikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
10. Spanyol
Target pemberian berbeda-beda tergantung komunitas otonom. Ada yang gratis untuk anak-anak miskin, anak di panti asuhan, siswa berasal dari rumah tangga yang menderita kekerasan berbasis gender, korban terorisme, anak di bawah umur tanpa pendamping, hingga penyandang disabilitas.
Lanjut ke halaman berikutnya...
Anggaran Program Makan Siang Gratis per Tahun, Tak Sampai Rp400 T
Anggaran Program Makan Siang Gratis per Tahun, Tak Sampai Rp400 T. (Foto: Brian Chan)
c. Makan siang gratis tidak di seluruh wilayah negara
1. Austria
Pemerintah Austria baru menyediakan program makan siang gratis untuk anak-anak SD di Wina.
2. Belgia
Hanya ditargetkan untuk anak pra-SD. Proyek percontohannya dilakukan di sekolah komunitas berbahasa Prancis dengan target sekolah yang paling kurang beruntung.
3. Bulgaria
Ini dijalankan melalui Palang Merah Bulgaria yang menyasar anak berumur 7 tahun-18 tahun dari keluarga miskin. Sasarannya hanya di 24 kabupaten.
4. Yunani
Pemerintah memberikan makan siang gratis kepada 992 dari 4.449 SD terpilih, di 74 dari 332 kota. Ada juga skema percontohan dari pihak swasta yang menyasar 73 sekolah paling rentan di negara ini.
5. Prancis
Makan siang gratis diberikan hanya untuk 50 kota dari total 35 ribu kota di Prancis. Besaran anggaran tergantung masing-masing kota.
6. Kroasia
Pemberian makan siang gratis di Kroasia beragam di masing-masing daerah target. Umumnya, gratis bagi mereka anak penerima bansos, dari orang tua yang menganggur, anak penyandang disabilitas akibat Perang Dalam Negeri Kroasia, dan anak dari mereka pembela Perang Dalam Negeri.
7. Irlandia
Pemerintah mengalokasikan makan siang gratis untuk 890 sekolah terpilih berdasarkan kriteria tertentu.
8. Italia
Ada bermacam-macam mekanisme dan sasaran pembagian makan siang gratis di Italia.
9. Polandia
Gratis untuk anak-anak miskin. Namun, ada batasan berapa proporsi anak di setiap sekolah yang memenuhi syarat.
10. Rumania
Baru ada program percontohan di 150 sekolah terpilih pada 2020-2021.
Jika berdasarkan sumber lain, ada juga negara di luar kelompok Uni Eropa yang diklaim memberikan makan siang gratis. World Population Review yang menyebut makan siang gratis untuk anak sekolah juga diberikan di Brasil, India, hingga Nigeria.
Anne-Catherine Guio mencoba memperkirakan biaya yang diperlukan 25 negara Uni Eropa ini untuk memberikan makan siang gratis. Ini mencakup mereka yang selama ini belum termasuk dalam program tersebut, padahal mungkin berasal dari keluarga miskin.
Ia menghitung perkiraan biaya makan siang gratis ini untuk semua anak yang masuk dalam kategori AROPE/AROP berusia 6 tahun-17 tahun. Perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan makan siang gratis tetap diberikan termasuk saat libur sekolah, yakni total keseluruhan 261 hari.
1. Belgia 241,94 juta euro atau Rp4,08 triliun (asumsi kurs Rp16.865 per euro) 2. Bulgaria 59,73 juta euro atau Rp1 triliun 3. Ceko 34,22 juta euro atau Rp577,31 miliar 4. Denmark 78,24 juta euro atau Rp1,31 triliun 5. Estonia 1,89 juta euro atau Rp32 miliar 6. Irlandia 120,46 juta euro atau Rp2,03 triliun 7. Yunani 204,78 juta euro atau Rp3,45 triliun 8. Spanyol 501,93 juta euro atau Rp8,46 triliun 9. Prancis 1,59 miliar euro atau Rp26,89 triliun 10. Kroasia 36,60 juta euro atau Rp617,44 miliar 11. Italia 1,74 miliar euro atau Rp29,49 triliun 12. Siprus 10,48 juta euro atau Rp176,79 miliar 13. Latvia 3,65 juta euro atau Rp61,56 miliar 14. Lithuania 15,04 juta euro atau Rp253,70 miliar 15. Luksemburg 7,24 juta euro atau Rp122,13 miliar 16. Hungaria 9,64 juta euro atau Rp162,59 miliar 17. Malta 7,50 juta euro atau Rp126,54 miliar 18. Austria 183,93 juta euro atau Rp3,10 triliun 19. Polandia 172,39 juta euro atau Rp2,90 triliun 20. Portugal 5,93 juta euro atau Rp100,11 miliar 21. Rumania 359,10 juta euro atau Rp6,05 triliun 22. Slovenia 2,01 juta euro atau Rp33,99 miliar 23. Slowakia 33,66 juta euro atau Rp567,72 miliar 24. Finlandia 5,92 juta euro atau Rp99,82 miliar 25. Swedia 21,99 juta euro atau Rp370,88 miliar
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan program makan siang gratis Prabowo-Gibran memerlukan anggaran Rp400 triliun per tahun.