Ekonomi Singapura Diproyeksi Melesat 5,7 Persen Kuartal IV 2025
Ekonomi Singapura diperkirakan tumbuh 5,7 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal IV 2025.
Lajunya lebih kencang dibandingkan kuartal III 2025, 4,3 persen (yoy), dan periode yang sama tahun sebelumnya, 5 persen (yoy).
"Berdasarkan perkiraan awal, perekonomian Singapura tumbuh sebesar 5,7 persen secara tahunan pada kuartal keempat tahun 2025, lebih cepat dari pertumbuhan 4,3 persen pada kuartal sebelumnya," ujar Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura dalam keterangan resmi, Jumat (2/1).
MTI Singapura menerangkan salah satu faktor pendorong laju ekonomi kuartal IV 2025 adalah pertumbuhan sektor manufaktur, terutama pada subsektor biomedis dan elektronik.
"Sektor manufaktur mencatatkan pertumbuhan yang kuat sebesar 15 persen secara tahunan pada kuartal keempat tahun 2025, meningkat dari pertumbuhan 4,9 persen pada kuartal sebelumnya," terang MTI.
Sementara, sektor konstruksi hanya mampu tumbuh 4,2 persen, melambat dari kuartal sebelumnya yang melaju 5,1 persen.
Moncernya kinerja ekonomi kuartal IV tahun lalu membuat pertumbuhan ekonomi Negeri Singa diprediksi mencapai 4,8 persen sepanjang 2025 atau lebih tinggi dibandingkan 2024, 4,4 persen.
"Sepanjang tahun 2025, perekonomian tumbuh sebesar 4,8 persen, melanjutkan pertumbuhan sebesar 4,4 persen pada tahun 2024," jelas MTI.
Pemerintah Singapura menghitung perkiraan awal Pendapatan Domestik Bruto (PDB) kuartal IV 2025 sebagian besar dari data Oktober dan November.
Angka-angka ini menjadi indikasi awal pertumbuhan PDB pada kuartal tersebut dan dapat direvisi ketika data yang lebih komprehensif tersedia.
Adapun estimasi PDB awal untuk kuartal keempat dan keseluruhan tahun 2025, termasuk kinerja berdasarkan sektor, sumber pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja, dan produktivitas, akan dirilis dalam Survei Ekonomi Singapura pada Februari 2026.
(sfr)