Kilang Minyak Venezuela Aman dari Serangan AS, Pelabuhan Ekspor Hancur
Fasilitas minyak Venezuela selamat dari serangan militer Amerika Serikat (AS) yang dilancarkan pada Sabtu pagi waktu setempat.
Pengilangan minyak milik perusahaan negara, PDVSA, aman tanpa ada kerusakan. Produksi minyak PDVSA tetap beroperasi normal, menurut dua sumber yang mengetahui operasi perusahaan energi nasional itu.
Namun, pelabuhan ekspor Venezuela hancur parah. Salah satu sumber menyebutkan Pelabuhan La Guaira yang berlokasi dekat ibu kota Caracas dilaporkan mengalami kerusakan parah.
La Guairia merupakan salah satu pelabuhan terbesar di negara itu, meski bukan pelabuhan ekspor minyak.
Pada Desember 2024, Trump mengumumkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang masuk dan keluar dari Venezuela. AS juga menyita dua kargo negara anggota OPEC tersebut.
Aksi blokade AS itu memangkas setengah dari ekspor minyak Venezuela bulan lalu, berdasarkan data pemantauan dan dokumen internal.
Selain itu, aksi serampangan AS mendorong banyak pemilik kapal menghindari perairan Venezuela, yang dengan cepat meningkatkan persediaan minyak mentah dan bahan bakar milik PDVSA.
Akibatnya, PDVSA pun terpaksa memperlambat pengiriman di pelabuhan, juga menyimpan minyak di atas kapal tanker untuk menghindari pemangkasan produksi atau kapasitas pengilangan.
Sistem administrasi PDVSA juga belum sepenuhnya pulih dari serangan siber pada Desember lalu, yang memaksa perusahaan negara ini mengisolasi terminal, ladang minyak, dan kilang dari sistem pusat, serta kembali menggunakan pencatatan manual demi menjaga operasional.
Presiden AS Donald Trump membuat pengumuman mengejutkan pada Sabtu (3/1) dengan menyatakan bahwa pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Menurut pernyataan Trump, saat ini, Maduro beserta istrinya dilaporkan sedang diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela, melansir New York Times, Sabtu (3/1).
Pengumuman penangkapan ini menandai puncak dramatis dari tekanan berbulan-bulan yang dilancarkan pemerintahan Trump untuk menggulingkan Maduro dari kursi pemerintahan di Venezuela.
Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan "serangan skala besar terhadap Venezuela". Ia menekankan bahwa operasi militer ini dilakukan "bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS."
"Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan sedang menerbangkannya keluar dari Venezuela," tulis Trump dalam unggahannya.
Sebelum pengumuman Trump, militer AS telah melakukan serangan militer di Caracas dan beberapa bagian negara Venezuela lainnya, yang memunculkan ledakan hebat di pangkalan militer utama Fortuna di kota tersebut pada Sabtu (3/1) pagi waktu setempat.
Saksi mata di Caracas sebelumnya juga melaporkan terlihat kepulan asap hitam pekat membumbung dari fasilitas militer Fortuna, disertai suara jet tempur yang terbang rendah.
(pta)