Airlangga Tak Khawatir Meski Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen PDB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tak khawatir meski defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mendekati batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Dalam kerangka ekonomi makro, pemerintah memang menetapkan batas aman defisit APBN maksimal 3 persen dari PDB sesuai Undang-Undang Keuangan Negara.
Defisit yang melebar dinilai sebagai konsekuensi dari kebijakan fiskal ekspansif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, meskipun ruang fiskal semakin terbatas.
"Enggak apa-apa (defisit dekati 3 persen), yang penting pertumbuhan bisa dicapai," ujar Airlangga ditemui di Istana Negara, Kamis (8/1).
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga kesinambungan fiskal pada tahun-tahun mendatang, terutama melalui penguatan penerimaan negara.
"Kita harus dorong penerimaan negara, dengan penerimaan negara tentu masalah defisit itu akan decrease (susut)," katanya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui konferensi pers hari ini, defisit sepanjang 2025 tembus 2,92 persen atau Rp695,1 triliun, jauh di atas asumsi awal yang dipatok hanya 2,53 persen atau Rp616,2 triliun.
"Defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen," ujar Purbaya.
Defisit sendiri terjadi karena belanja yang jauh lebih besar dibandingkan pemasukan. Pengeluaran negara tahun lalu tercatat Rp3.451,4 triliun, sedangkan pemasukan hanya Rp2.756,3 persen.
(mnf/ldy)