Amran Bakal Cabut Izin Impor Bibit Ayam Jika Harga Telur Naik Terus

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Jan 2026 17:35 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman akan mencabut izin impor bibit ayam (day old chick/DOC) jika kenaikan harga telur ayam terus terjadi. Ilustrasi. (Pixabay/condesign).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan akan mencabut izin impor bibit ayam (day old chick/DOC) jika kenaikan harga telur ayam terus terjadi.

Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya menekan harga di tingkat konsumen, terutama menjelang periode permintaan tinggi seperti Ramadan dan Lebaran.

Amran mengatakan lonjakan harga telur bukan disebabkan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) melainkan oleh kenaikan harga DOC.

Hal itu ia pastikan setelah memanggil para pelaku usaha dan peternak unggas guna menelusuri sumber kenaikan harga.

"Ayam dengan telur kan? Saya kumpulkan pengusaha (hingga) produsen telur ayam. Saya katakan kenapa harga telur naik? Aku kumpulkan semua peternak, dua-dua nih," ujar dia dalam konferensi pers di Semarang Utara, Sabtu (10/1).

Dari pertemuan tersebut, Amran menyebut harga telur di tingkat peternak relatif tidak mengalami kenaikan. Namun, kenaikan justru terjadi pada harga DOC yang mencapai 30 persen. Kondisi inilah yang dinilai memberi tekanan pada rantai produksi telur.

"(Saya tanya) 'eh peternak, (harga) telur (dan) ayam naik enggak?' (Mereka jawab), enggak. Aku tanya penjual DOC, 'naik enggak DOC-nya?' (Dia jawab), 'naik'. (Saya tanya), 'berapa?', (dia jawab) '30 persen'," ujar Amran.

Merespons temuan tersebut, Amran langsung mengambil langkah dengan meminta penurunan harga DOC. Ia menegaskan akan menghentikan impor DOC indukan (grandparent stock) jika harga tidak terkendali.

"Aku minta turun. Saya pasti setop impor DOC-nya, grandparent stock-nya. Saya setop. Turun hari itu," ujarnya.

Ia menambahkan pencabutan izin impor akan diberlakukan tidak hanya untuk DOC, tetapi juga terhadap komoditas pangan lain jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar.

"Saya beritahu, kalau harga minyak goreng naik, ayam dan telur naik, menghadapi Lebaran aku cari produsen dan insyaallah aku cabut izinnya. Coba saja," tegas Amran.

Sebagai informasi, berdasarkan data pemantauan harga per 24 Desember 2025, harga telur ayam ras di tingkat nasional tercatat sebesar Rp34.800 per kilogram, atau sekitar 16 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp30 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam ras berada di level Rp42.300 per kilogram, lebih tinggi sekitar 5,75 persen dibandingkan HAP Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah disparitas harga yang masih tinggi di sejumlah daerah.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK