Tips Investasi Perak Buat Pemula
Selain emas, perak mulai dilirik sebagai alternatif investasi logam mulia yang lebih terjangkau.
Apalagi saat ini perak tengah naik daun lantaran harganya menanjak, mengekor emas.
Meski demikian, investasi perak tetap memiliki karakteristik, peluang, dan risiko yang perlu dipahami sejak awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho menjelaskan, secara prinsip investasi perak tidak jauh berbeda dengan emas.
Lihat Juga :EDUKASI KEUANGAN Pilih Emas atau Saham, Mana yang Lebih Cuan Tahun Ini? |
"Tips berinvestasi perak sebenarnya kurang lebih sama dengan berinvestasi di emas sebagai logam mulia yang lebih populer," ujar Andi kepada CNNIndonesia.com.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat investasi perak, terutama bagi pemula:
Pilih Bentuk Perak yang Tepat
Menurut Andi, perak sebaiknya dibeli dalam bentuk batangan atau koin dibandingkan perhiasan. Bentuk batangan memiliki standar harga yang lebih baku dan lebih mudah dijual kembali.
Meski begitu, perak juga bisa dijadikan perhiasan, namun tujuan ini lebih bersifat konsumsi dibandingkan investasi.
Lihat Juga :EDUKASI KEUANGAN Tips Susun Resolusi Keuangan 2026 agar Tak Sekadar Wacana |
Keunggulan lain dari perak adalah harganya yang jauh lebih murah dibandingkan emas.
Dengan dana yang sama, investor bisa mendapatkan gram perak lebih banyak.
Namun, Andi mengingatkan bahwa volatilitas harga perak cenderung lebih tinggi dibandingkan emas, sehingga fluktuasi harganya bisa lebih tajam.
"Sama seperti emas, perak juga memiliki selisih antara harga beli dan harga jual kembali. Bedanya, selisih ini relatif bisa berubah-ubah dan cenderung lebih besar dibandingkan buyback emas," jelasnya.
Bagi investor dengan dana terbatas, Andi menyarankan pembelian perak dilakukan secara bertahap. Strategi akumulasi jangka panjang dinilai lebih aman untuk menghadapi fluktuasi harga.
Lihat Juga :EDUKASI KEUANGAN Pilih Emas atau Saham, Mana yang Lebih Cuan Tahun Ini? |
2. Perhatikan Keaslian dan Penyimpanan
Dalam praktiknya, ada sejumlah hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berinvestasi perak. Andi menekankan pentingnya membeli perak di tempat yang terjamin keasliannya, seperti toko terpercaya atau gerai resmi Antam.
Untuk perak batangan atau koin yang ukurannya relatif kecil, penyimpanan juga harus ekstra hati-hati karena rawan terselip atau hilang.
Selain itu, keuntungan baru bisa didapat jika harga jual kembali sudah lebih tinggi dibandingkan harga beli awal.
Karena itu, investor perlu bersabar dan tidak tergesa-gesa menjual saat harga belum menguntungkan.
Lihat Juga : |
3. Cocok untuk Jangka Panjang
Perencana Keuangan OneShildt Consulting Budi Rahardjo menilai, perak menjadi pilihan menarik setelah emas karena lebih terjangkau bagi investor pemula.
Dengan nominal rupiah yang sama, investor perak bisa memperoleh jumlah gram yang lebih besar dibandingkan emas.
Namun, Budi mengingatkan bahwa sebagai instrumen investasi komoditas, perak tidak memberikan pendapatan rutin.
"Satu-satunya keuntungan investasi perak adalah kenaikan harga. Dan ada risiko pula bahwa harganya dapat mengalami penurunan karena volatilitas," jelasnya.
Lihat Juga :EDUKASI KEUANGAN Tips Investasi Tanah di Tengah Sulitnya Gen-Z Beli Rumah |
Karena itu, investasi perak lebih cocok untuk tujuan jangka panjang, bukan untuk mencari arus kas rutin seperti deposito atau obligasi.
Saat membeli perak, investor juga perlu memastikan adanya sertifikat keaslian serta kadar perak yang jelas.
Selain itu, spread harga jual dan beli perlu diperhatikan, termasuk kesiapan tempat penyimpanan yang aman, mengingat perak membutuhkan ruang lebih besar dibandingkan emas untuk nilai investasi yang setara.
Budi juga menyarankan agar investasi perak dilakukan dalam bentuk batangan atau koin, bukan perhiasan.
Harga perhiasan biasanya sudah mencakup biaya desain dan ongkos kerja, sehingga kurang optimal untuk tujuan investasi murni.
4. Risiko Likuiditas
Satu risiko lain yang perlu dipertimbangkan adalah likuiditas. Menurut Budi, investasi perak masih kurang likuid dibandingkan emas karena peminatnya belum sebanyak emas di Indonesia.
Akibatnya, investor perak berpotensi membutuhkan waktu lebih lama saat ingin menjual kembali asetnya untuk memenuhi kebutuhan dana.
Dengan memahami karakteristik, risiko, dan strategi yang tepat, investasi perak bisa menjadi pilihan diversifikasi menarik bagi pemula.
"Kuncinya adalah menyesuaikan tujuan investasi, kesiapan dana, serta kesabaran dalam menghadapi fluktuasi harga," pungkas Budi.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(sfr)