Danantara Groundbreaking 10 Proyek Hilirisasi Baru Pekan Depan

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 08:29 WIB
COO Danantara Dony Oskaria mengatakan 10 proyek hilirisasi tersebut merupakan bagian dari total 21 proyek hilirisasi yang tengah disiapkan Danantara.
COO Danantara Dony Oskaria mengatakan 10 proyek hilirisasi tersebut merupakan bagian dari total 21 proyek hilirisasi yang tengah disiapkan Danantara. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) 10 proyek hilirisasi baru pada pekan depan.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari total 21 proyek hilirisasi yang tengah disiapkan Danantara.

"Minggu depan kami akan groundbreaking lagi kurang lebih ada 10 proyek lagi dari total 21 proyek yang akan kita lakukan dan kita akan groundbreaking di 2026," ujar Dony dalam acara CNBC Indonesia Outlook 2026, Selasa (10/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dony, proses hilirisasi ini akan memberikan dampak yang signifikan. Tidak hanya bagi penerimaan dalam negeri, tapi juga pembukaan lapangan kerja yang luas.

"Pertama tentu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, yang kedua tentu memberikan dampak lapangan pekerjaan yang signifikan bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Dony menyebutkan, 10 proyek ini merupakan lanjutan dari groundbreaking enam proyek pekan lalu. Dengan demikian, sudah ada 16 proyek yang akan digarap Danantara bersama mitra mulai pekan depan.

"Minggu lalu kita melakukan groundbreaking 6 proyek hilirisasi kita, di antaranya ada smelter bauksit, alumina di Mempawah, ada biofuel, bioaftur, ada bioethanol, kemudian ada poultry yang kita groundbreaking juga. Jadi ada 6 proyek yang kita selesaikan, yang sudah kita groundbreaking," jelas Dony.

Pekan lalu, Danantara memang baru saja melaksanakan groundbreaking serentak terhadap enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia dengan total nilai investasi mencapai US$7 miliar (Rp117 triliun).

Salah satu proyek tersebut yakni program Bioethanol di Banyuwangi yang diresmikan oleh PTPN III (Persero) bersama Pertamina. Proyek ini dirancang memiliki kapasitas produksi 100 KLPD (Kilo Liter Per Day) yang ditujukan untuk mendukung sektor energi, sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri nasional.

Proyek Bioethanol Glenmore diharapkan dapat membawa manfaat menyeluruh berupa diversifikasi bisnis dan peningkatan nilai tambah bagi perusahaan. Melalui pengolahan komoditas bagi negara dalam meningkatkan ketahanan energi, menghemat devisa, serta mendukung komitmen pengurangan emisi.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)