Ini 8 Daftar Negara Paling Terpukul Ekonominya Imbas Konflik Iran
4. India
Dampak konflik Timur Tengah juga mulai terasa di India, terutama pada sektor usaha restoran yang sangat bergantung pada pasokan gas LPG.
Sejumlah pelaku usaha memperingatkan operasional restoran berpotensi terganggu jika pasokan gas tidak segera stabil. Jaringan restoran California Burrito, yang memiliki lebih dari 100 gerai di India, mengaku hanya memiliki stok LPG untuk dua hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya memiliki stok LPG untuk dua hari. Saat ini kami sedang menyiapkan langkah darurat," kata pendiri California Burrito, Bert Muller.
Beberapa restoran mulai menghemat penggunaan gas dan mengganti sebagian peralatan dapur dengan kompor induksi.
Lihat Juga : |
Kelangkaan gas terjadi setelah perang menghentikan lalu lintas kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur utama distribusi energi.
Selain itu, Qatar, salah satu pemasok utama gas alam cair (LNG) ke India, menghentikan produksinya setelah serangan balasan Iran ke negara-negara Teluk.
Pemerintah India telah membentuk panel khusus untuk mengevaluasi pasokan LPG bagi sektor industri dan restoran setelah menerima laporan dari asosiasi industri.
5. Indonesia
Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik, namun dampak ekonomi mulai terasa secara tidak langsung.
Salah satunya terjadi di sektor penerbangan. Penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah menyebabkan 35 jadwal penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dibatalkan, terdiri dari 20 penerbangan keberangkatan dan 15 kedatangan.
Sebanyak 5.905 calon penumpang tercatat terdampak pembatalan tersebut. Selain itu, sekitar 2.000 jemaah umrah Indonesia sempat tertahan di Timur Tengah karena gangguan penerbangan.
Di sektor energi, dua kapal milik Pertamina International Shipping, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, sempat tertahan di kawasan Timur Tengah akibat situasi konflik.
Kendati demikian, pemerintah memastikan rantai pasok energi nasional masih berjalan. Dua kapal lainnya, PIS Rinjani dan PIS Paragon, telah keluar dari kawasan konflik dan melanjutkan pelayaran.
Di sisi lain, tekanan eksternal juga terlihat pada nilai tukar rupiah yang sempat melemah hingga menembus Rp17 ribu per dolar AS, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dunia.
6. Palestina
Di Jalur Gaza, Palestina, dampak konflik terlihat pada sektor logistik dan harga pangan. Sejumlah warga melaporkan harga bahan makanan melonjak tajam dan beberapa komoditas bahkan mulai sulit ditemukan di pasar.
"Masyarakat tidak mampu lagi membeli sayuran dan buah-buahan karena harga yang tinggi akibat perang antara Israel dan Iran," kata seorang warga Gaza kepada Al Jazeera.
Kondisi ini terjadi setelah perbatasan Gaza ditutup atau dibatasi sejak serangan awal pada 28 Februari.
Jumlah truk bantuan yang masuk ke wilayah tersebut juga menurun drastis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hanya sekitar 200 truk bantuan per hari yang dapat masuk, jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal yang mencapai sekitar 600 truk.
Pembatasan logistik tersebut membuat distribusi makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya menjadi semakin terbatas.
7. Bangladesh
Bangladesh mengambil langkah berbeda dengan menutup lembaga pendidikan di seluruh negeri untuk menghemat energi.
Kementerian Pendidikan Bangladesh memutuskan memulai libur Idul Fitri lebih awal, yang secara efektif menutup universitas, sekolah internasional, serta pusat bimbingan belajar.
"Keputusan ini diambil untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar dengan mempertimbangkan situasi global saat ini," demikian isi surat edaran kementerian.
Penutupan tersebut bertujuan menekan penggunaan listrik di ruang kelas, laboratorium, asrama, dan gedung administrasi. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mengurangi konsumsi bahan bakar dari mobilitas siswa dan tenaga pengajar.
Pemerintah Bangladesh juga mengimbau kantor dan lembaga publik menggunakan listrik secara lebih efisien di tengah tekanan pasokan energi akibat gejolak pasar minyak global.
8. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab juga menghadapi dampak konflik melalui gangguan penerbangan dan penutupan wilayah udara di kawasan.
Pemerintah UEA memutuskan membebaskan denda overstay bagi wisatawan dan warga asing yang tidak dapat meninggalkan negara tersebut karena pembatalan penerbangan.
Kebijakan ini berlaku sejak 28 Februari 2026 dan mencakup wisatawan pemegang visa turis, pemegang visa kunjungan, serta individu yang telah memiliki izin keluar dari negara tersebut.
Otoritas juga menyiagakan tim khusus di bandara untuk membantu penumpang yang terdampak penundaan penerbangan. Pemerintah membuka koridor udara aman dengan negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) guna memulihkan lalu lintas penerbangan secara bertahap.
(del/ins) Add
as a preferred source on Google
