Dasco Sebut Danantara Beli Saham Ojol Demi Potongan Jadi 8 Persen

CNN Indonesia
Sabtu, 02 Mei 2026 15:38 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dikenal pula sebagai Ketua Harian Partai Gerindra--partai yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dan juga Ketua Dewan Pembina. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan pemerintah melalui Danantara telah membeli sebagian saham aplikator ojek online (ojol).

Hal itu disampaikan Dasco saat menerima audiensi dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) hingga Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) di kompleks parlemen, Jumat (1/5), atau bertepatan dengan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.

Pada momen itu, Dasco mengatakan salah satu tujuan pemerintah membeli sebagian saham aplikator ojol adalah demi memberikan jaminan potongan tarif yang masuk akal bagi para pengemudi ojek daring tersebut.

Dengan diambilnya sebagian saham sejumlah aplikator ojol oleh pemerintah, menurut dia, sistem hingga kebijakan aplikator itu akan disesuaikan secara perlahan dan pasti. Namun yang paling utama, dia mengatakan pemerintah akan berupaya menurunkan angka potongan komisi itu.

"Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10 persen ini sehingga aplikator hanya akan mengambil delapan persen dari yang dikumpulkan," kata Dasco.

Namun, dia tak menjelaskan saham aplikator ojol mana yang sudah dibeli pemerintah, dan berapa banyak. Diketahui saat ini ada beberapa aplikator ojol di Indonesia, di mana yang paling besar adalah GoTo dan Grab.

Hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan resmi baik dari Danantara, maupun sejumlah aplikator ojol--terutama GoTo dan Grab--terkait pernyataan Dasco pada Jumat kemarin.

CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi pihak terkait dari masing-masing, namun belum ada pernyataan resmi yang disampaikan hingga berita ini ditulis.

Sementara itu, pihak Grab Indonesia lewat pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu (2/5) siang menyatakan, "Kami tidak berkomentar tentang hal ini."

CNNIndonesia.com juga telah menghubungi Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Nafas. Namun hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi darinya.

Perpres potongan tarif ojol

Sementara itu, pada hari yang sama, saat berpidato di kegiatan May Day yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, Presiden RI Prabowo Subianto memastikan Perpres Nomor 27 Tahun 2026 sudah ditandatangani.

Prabowo awalnya mendapatkan aspirasi dari salah satu serikat buruh agar bisa menurunkan potongan aplikator ojek online terhadap driver mereka hingga 10 persen. Ketika berpidato, sang Kepala Negara kemudian sempat berdialog dari atas podium bersama para massa buruh.

"Ojol, aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Bagaimana ojol setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? 10? Kalian minta 10? Saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen," kata Prabowo.

Ternyata, maksud Prabowo tidak setuju 10 persen karena ia ingin potongan aplikator bisa di bawah 10 persen. Pernyataan tersebut disambut antusias oleh massa buruh yang hadir di perayaan May Day sejak Jumat pagi di Monas. Menurut Prabowo, potongan aplikator layak diturunkan hingga di bawah 10 persen karena para driver ojol sudah bekerja keras di jalan.

"Ojol kerja keras. Ojol mempertaruhkan jiwanya setiap hari. (Potongan bagi aplikator) harus di bawah 10 persen!" ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menegaskan jika perusahaan ojol tidak ingin ikut ketentuan ini, mereka bisa angkat kaki dari Indonesia.

"Enak saja. Lu [driver ojol] yang keringat, dia (aplikator) yang dapat duit. Sori aje. Kalo enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia," ucap Prabowo.

[Gambas:Video CNN]

Merespons perpres tersebut, GoTo dan Grab sudah buka suara.

GoTo melalui Direktur Utama Hans Patuwo mengatakan akan mematuhi peraturan pemerintah termasuk Perpres tersebut. Pihaknya mengaku akan melakukan pengkajian untuk memahami rincian, implikasi, dan penyesuaian yang diperlukan berdasarkan peraturan itu.

"GoTo senantiasa mematuhi peraturan pemerintah, termasuk arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 27 Tahun 2026," kata Hans dalam rilis resmi, Jumat (1/5).

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait, sehingga GoTo/Gojek dapat terus memberi manfaat berkelanjutan kepada seluruh masyarakat terutama mitra driver dan pelanggan Gojek," sambungnya.

Sementara itu, Grab Indonesia menyatakan mereka menghormati langkah yang diambil pemerintah. Walaupun demikian, Grab Indonesia saat ini masih menunggu penerbitan resmi Perpres 27/2026 agar dapat meninjau dan mempelajari lebih lanjut detail dari arahan tersebut.

"Grab Indonesia menghormati arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Hari Buruh hari ini," kata Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangan tertulis, Jumat.

Dia lalu berujar, "Sebagai mitra jangka panjang dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, kami tetap berkomitmen untuk mendukung visi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat."

(antara/dhz/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK