Survei: 39 Persen Crazy Rich Asia Belum Siapkan Pewaris

CNN Indonesia
Jumat, 29 Mei 2026 16:46 WIB
Sebuah survei terbaru dari Lombard Odier mengungkapkan sebanyak 39,4 persen keluarga-keluarga kaya di Asia sama sekali belum menyiapkan pewaris. Ilustrasi. (Istockphoto/ Ipopba).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah survei terbaru dari Lombard Odier mengungkapkan sebanyak 39,4 persen keluarga-keluarga kaya di Asia belum mempunyai rencana pewaris sama sekali.

Sementara, hanya sebesar 26,9 persen yang mengatakan keluarga mereka memiliki rencana pewaris yang lengkap.

Survei oleh bank swasta Swiss tersebut dilakukan terhadap lebih dari 390 individu yang memiliki aset investable bersih di kawasan Asia-Pasifik setidaknya US$1 juta atau setara Rp17,9 miliar (asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS).

Padahal, sebanyak 64,2 persen responden survei mengatakan melestarikan kekayaan keluarga dari generasi ke generasi adalah prioritas utama mereka saat mempertimbangkan transfer kekayaan.

Temuan tersebut mengungkapkan adanya kesenjangan antara niat dan implementasi di kalangan keluarga kaya Asia. Banyak di antara mereka masih kurang siap meskipun kesadaran akan risiko pewaris semakin meningkat.

Masalah ini semakin mendesak seiring dengan terjadinya transfer kekayaan antargenerasi yang masif di Asia dan seluruh dunia. Hal ini terutama terjadi di kalangan pengusaha generasi pertama yang bersiap menyerahkan bisnis dan kekayaan mereka kepada anak-anak mereka.

Adapun persiapan pewaris yang lemah menonjol di kawasan Asia-Pasifik, Jepang, Filipina, Malaysia, dan Hong Kong. Sekitar setengah dari responden di pasar-pasar tersebut mengatakan mereka tidak memiliki rencana pewaris atau merasa perencanaan semacam itu tidak relevan bagi mereka.

Selain itu, survei tersebut juga menemukan banyak anggota keluarga yang lebih tua belum secara berarti melibatkan generasi muda dalam pembahasan tata kelola dan kekayaan.

Hal ini dibuktikan dengan lebih dari seperempat responden dari generasi Baby Boomers mengatakan keluarga mereka belum membahas tujuan bersama yang jelas terkait kekayaan.

Kepala Investasi Asia di Lombard Odier John Woods memperingatkan banyak keluarga berisiko menyia-nyiakan kekayaan tanpa kerangka tata kelola dan perencanaan yang lebih kuat.

"Kekhawatiran seputar kontradiksi ini sangat mengkhawatirkan bagi saya," kata Woods dalam sesi diskusi yang menyertai peluncuran laporan tersebut, dikutip CNBC.

"Jika (mayoritas) klien yang kami survei belum benar-benar memikirkan perencanaan kekayaan secara serius, mereka tidak akan mampu mempertahankan kekayaan mereka dalam waktu lama," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perencanaan Kekayaan Lombard Odier untuk Asia Louisa Loo mengatakan banyak keluarga kaya di Asia terus menunda pembahasan pewaris karena sensitivitas budaya dan kurangnya rasa urgensi.

Komunikasi tetap menjadi hambatan utama, terutama di Asia, yaitu pembicaraan seputar warisan dan transfer kekayaan sering dianggap tabu. Hampir 29 persen responden mengidentifikasi kurangnya komunikasi terbuka sebagai tantangan tata kelola utama.

"Ketika sesuatu yang tak terduga terjadi, yang seringkali memang terjadi, banyak keluarga akan sama sekali tidak siap," ujarnya.

(fln/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK