Rupiah Loyo ke Rp17.839 per Dolar AS Sore Ini
Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp17.839 per dolar AS pada perdagangan Selasa (2/6) sore. Mata uang Garuda melemah 34 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga tertekan terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,04 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,29 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya masih mampu menguat. Yuan China naik 0,07 persen, peso Filipina menguat 0,10 persen, sedangkan ringgit Malaysia bergerak stabil. Dolar Singapura turut menguat 0,07 persen terhadap dolar AS.
Di kelompok mata uang negara maju, pergerakan juga bervariasi. Euro Eropa menguat 0,14 persen, poundsterling Inggris naik 0,11 persen, dolar Australia terapresiasi 0,36 persen, dan franc Swiss menguat 0,15 persen. Sebaliknya, dolar Kanada melemah 0,03 persen.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan indeks dolar AS masih menjadi faktor utama yang menekan pergerakan rupiah. Sentimen eksternal terutama berasal dari perkembangan konflik di Timur Tengah dan kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS).
"Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung, sementara kantor berita Tasnim sebelumnya melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan negosiasi tidak langsung dengan Washington," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com
Ia menambahkan pasar juga merespons kebijakan tarif impor terbaru yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump, di tengah masih tingginya risiko geopolitik global.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai sejumlah data ekonomi sebenarnya masih memberikan sentimen positif bagi rupiah.
Inflasi Indonesia pada Mei 2026 tercatat 3,08 persen secara tahunan, aktivitas manufaktur kembali masuk zona ekspansi dengan PMI mencapai 50,0, serta surplus neraca perdagangan berlanjut hingga April 2026.
"Kendati menunjukkan sinyal positif, sektor industri masih dibayangi tekanan biaya bahan baku yang melonjak dan gangguan pasokan yang menahan laju produksi," ujarnya.
Untuk perdagangan Rabu (3/6), Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan masih tertekan di kisaran Rp17.840 hingga Rp17.900 per dolar AS.
(lau/sfr)