Harga Minyak Dunia Anjlok, Mungkinkah BBM Ikut Turun?

CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2026 15:15 WIB
Anjloknya harga minyak dunia usai sinyal perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuka peluang penurunan harga BBM nonsubsidi di Indonesia. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Febria Adha L).
Jakarta, CNN Indonesia --

Anjloknya harga minyak dunia usai sinyal perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan pelemahan harga minyak berpotensi menekan harga Mean of Platts Singapore (MOPS) gasoline yang menjadi salah satu acuan penetapan harga BBM.

"Dengan adanya penurunan harga minyak, maka sangat mungkin harga MOPS gasoline untuk bulan Juni turun sehingga penyesuaian harga di awal bulan depan bisa membuat harga BBM non-subsidi turun juga," ujar Fabby kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/6).

Sementara itu, Pengamat Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai meredanya konflik di Timur Tengah menjadi kabar baik bagi pasar energi global karena berpotensi menekan harga minyak yang sebelumnya melonjak akibat perang.

"Ini good news. Mudah-mudahan bisa segera tercapai perdamaian. Pasti terjadi penurunan harga. Memang sudah terjadi penurunan harga minyak," ujar Yayan.

Ia memperkirakan harga minyak belum akan kembali ke level sebelum perang dalam waktu dekat. Namun, harga diprediksi bergerak di kisaran US$80-US$90 per barel hingga akhir musim panas dan berada pada rentang US$75-US$85 per barel saat memasuki awal musim dingin.

"Harga normal seperti sebelum perang diprediksi tidak akan cepat, tetapi akan ada di US$90-US$80 per barrel sampai akhir musim panas. Awal musim dingin juga akan ada di US$75-US$85 per barrel. Jadi kemungkinan akan normal mudah-mudahan tahun depan," katanya.

Yayan juga menilai Indonesia masih akan melanjutkan kontrak impor minyak dari Timur Tengah karena proses pemulihan produksi di kawasan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu.

"Saya kira Indonesia akan tetap melanjutkan kontrak, karena minyak Timur Tengah juga masa recovery-nya tidak secepat itu. Kemungkinan tahun depan," ujarnya.

Harga minyak dunia sebelumnya merosot ke level terendah sejak Maret pada perdagangan Senin (15/6) setelah AS dan Iran mengisyaratkan tercapainya kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$3,58 atau 4,1 persen menjadi US$83,75 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah US$4,01 atau 4,72 persen ke level US$80,87 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan pejabat Iran menyampaikan sinyal positif terkait perundingan damai yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur yang selama ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK