Alasan Bea Cukai Belum Buka Rekrutmen Ratusan Lowongan Lulusan SMA
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Djaka Budi Utama mengungkap alasan belum kunjung membuka ratusan lowongan bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
Djaka mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) karena proses rekrutmen tersebut akan dilakukan melalui mekanisme seleksi nasional Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
"Kita masih koordinasi ya dengan BKN karena kita enggak bisa lepas dari sistem nasional yang sudah berlaku," ujarnya ketika ditemui usai rapat bersama Komisi XI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
Djaka belum dapat memastikan kapan rekrutmen lulusan SMA ini akan dibuka karena masih menunggu proses rekrutmen nasional.
Menurut dia, penerimaan lulusan SMA akan dilakukan bila mekanisme seleksi nasional CPNS mulai berjalan.
"Kalau sistem nasional berjalan, itu pun akan berjalan. Rekrutmen untuk yang dari SMA dan itu tetap berjalan," ujarnya.
Ketika rapat bersama Komisi XI DPR RI, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menyoroti keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Ia menyebut instansi tersebut masih mengalami kekurangan personel, terutama di sejumlah pelabuhan utama.
Merespons hal tersebut, Djaka mengatakan Bea Cukai tetap akan melakukan rekrutmen melalui sistem nasional meskipun ada kebutuhan mendesak seperti kekurangan SDM di pelabuhan.
"Kita enggak bisa lepas dari sistem nasional yang sudah berjalan. Selama mungkin ada kebutuhan mendesak, kita tetap pasti mengikuti itu," ujar Djaka.
Pada April lalu, Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Budi Prasetiyo pernah mengatakan lulusan SMA ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di berbagai jenjang.
"Usulan tersebut ditujukan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DJBC, khususnya guna mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas di lapangan," ujar Budi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/3).
Kala itu, ia mengatakan proses rekrutmen tersebut masih menunggu persetujuan secara formal dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) sebagai dasar pelaksanaan tahapan teknis rekrutmen selanjutnya.
Setelah persetujuan dikantongi, rekrutmen akan dilakukan melalui seleksi CPNS pada umumnya sesuai ketentuan KemenPANRB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Apabila telah memperoleh persetujuan, pelaksanaan rekrutmen nantinya akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh KemenPANRB dan BKN sebagaimana mekanisme seleksi CPNS pada umumnya," ujar Budi.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat selalu memverifikasi informasi rekrutmen CPNS melalui kanal resmi pemerintah guna menghindari potensi penipuan.
Lowongan untuk lulusan SMA ini pertama kali diungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya mengatakan lowongan ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan tenaga operasional di lapangan yang dinilai mendesak.
Menurut Purbaya, posisi teknis membutuhkan sumber daya manusia yang siap bekerja langsung di lapangan.
"Kalau di Keuangan (Kemenkeu) sendiri, seperti saya bilang dulu, kita buka di Bea Cukai sekitar 380 lulusan SMA. Karena saya perlu orang juga yang betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka," ujar Purbaya di kantornya, Selasa (7/4) lalu.
Purbaya mendorong pelaksanaan perekrutan kali bisa segera dieksekusi.
Sang Bendahara Negara menilai proses rekrutmen sebelumnya berjalan cukup lama.
Lebih lanjut, terkait rekrutmen CPNS secara umum tahun ini, Purbaya menegaskan tidak ada kendala anggaran.
Namun, Purbaya mengingatkan kewenangan rekrutmen ada di tangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
"CPNS ada di MenpanRB. Anggaran harusnya ada," ujarnya.
(dhz/sfr)