Rusia Pertimbangkan Larang Ekspor Solar demi Atasi Krisis BBM
Rusia mempertimbangkan melarang ekspor solar (diesel) untuk mengatasi krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin parah akibat serangan drone Ukraina ke sejumlah kilang.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pemerintah telah mengkaji sejumlah langkah untuk menjaga pasokan energi di dalam negeri, termasuk pelarangan ekspor solar dan perubahan regulasi perpajakan bagi industri energi.
"Kami menggunakan cadangan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dan juga mendorong peningkatan pasokan tambahan ke pasar domestik. Amandemen regulasi perpajakan yang relevan telah disiapkan bersama pemerintah," ujar Novak dalam rapat pemerintah yang disiarkan televisi, dikutip dari Reuters, Selasa (23/6).
Langkah tersebut dibahas setelah berbagai wilayah Rusia melaporkan pembatasan penjualan bahan bakar, kenaikan harga produk minyak, serta antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar.
Selain mempertimbangkan larangan ekspor solar, pemerintah Rusia juga disebut membuka opsi impor BBM untuk menutup kekurangan pasokan di dalam negeri.
Harian bisnis Vedomosti melaporkan opsi impor dibahas dalam rapat yang dipimpin Novak pada Senin (22/6).
Krisis pasokan BBM dipicu gangguan produksi di sejumlah kilang minyak Rusia akibat serangan berulang Ukraina terhadap infrastruktur energi negara tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya secara terbuka menanggapi serangan Ukraina terhadap fasilitas sipil dan energi Rusia, termasuk kilang minyak di Moskow.
Putin menilai serangan tersebut bertujuan mengganggu stabilitas sosial dan meminta pemerintah mengambil langkah tambahan guna mengurangi dampaknya.
Rusia selama ini merupakan salah satu eksportir utama produk minyak dunia. Namun, serangan terhadap kilang memaksa Moskow lebih dulu melarang ekspor bensin dan avtur untuk menjaga kebutuhan domestik.
Data LSEG menunjukkan ekspor produk minyak Rusia melalui jalur laut pada paruh pertama Juni turun sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya akibat gangguan operasional kilang.
Sementara itu, produksi bensin Rusia pekan lalu tercatat turun sekitar 25 persen dibandingkan rata-rata harian pada Juni tahun lalu, menurut sumber industri.
Meski menghadapi krisis pasokan domestik, ekspor solar Rusia masih relatif tinggi. Data pasar menunjukkan ekspor solar dan gasoil Rusia melalui jalur laut mencapai sekitar 3,25 juta ton pada April, naik 8 persen dibandingkan Maret. Volume ekspor juga bertahan stabil pada Mei.
Brasil dan Turki menjadi dua negara tujuan utama ekspor solar Rusia.
Kepada Reuters, dua sumber industri mengatakan pemerintah juga mempertimbangkan pemberian subsidi untuk impor bahan bakar guna menahan kenaikan harga energi domestik yang berisiko mendorong inflasi lebih tinggi.
Krisis energi turut berdampak pada wilayah Crimea yang dikuasai Rusia. Pemerintah Kota Sevastopol memperketat aktivitas publik dengan membatasi jam operasional transportasi umum, toko, dan kafe, serta melarang kegiatan massal di ruang terbuka.
Langkah tersebut melengkapi pembatasan penjualan bahan bakar yang sebelumnya telah diberlakukan di wilayah tersebut.