Trump Minta DOJ Selidiki Dugaan 'Mark Up' Harga Bensin AS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Departemen Kehakiman (DOJ) menyelidiki perusahaan minyak yang dinilai tidak menurunkan harga bensin sejalan dengan merosotnya harga minyak mentah dunia.
Dalam unggahan di media sosial Truth Social pada Rabu (25/6), Trump menuding perusahaan minyak melakukan praktik penggelembungan harga atau *mark up* terhadap konsumen.
Trump mengatakan harga bensin di AS memang telah turun seiring meredanya ketegangan dengan Iran. Data sebelumnya menunjukkan harga bensin telah turun selama enam pekan berturut-turut.
"Harga bensin sebaiknya mulai turun jauh lebih cepat dari yang saya lihat sekarang," tulis Trump dikutip dari Reuters, Rabu (24/6).
Ia menilai perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga jual di pompa bensin sesuai dengan turunnya biaya minyak mentah yang mereka beli.
"Perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga di pompa bensin sebanding dengan turunnya harga minyak yang mereka bayar. Harga itu turun seperti batu jatuh. Dengan kata lain, konsumen sedang diperas," ujar Trump.
Karena itu, ia mengaku telah menginstruksikan DOJ untuk segera melakukan penyelidikan.
"Saya telah menginstruksikan DOJ untuk segera mulai menyelidiki hal ini," ujarnya.
Berdasarkan data GasBuddy, harga rata-rata bensin di Negeri Paman Sam pada Rabu pagi berada di level US$3,906 per galon. Angka tersebut turun lebih dari 14 persen dibandingkan puncak harga yang tercatat pada Mei lalu.
Sementara itu, harga minyak mentah dalam periode yang sama telah turun sekitar 23 persen. Penurunan harga minyak terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara serta dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur yang sebelum perang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Jika dibandingkan dengan puncaknya pada Maret lalu, harga minyak mentah AS bahkan telah turun sekitar 40 persen.
Meski demikian, harga bensin saat ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan Januari lalu yang tercatat sebesar US$2,764 per galon, atau lebih dari sebulan sebelum konflik Iran pecah.
(ldy/sfr)