Bulog Gandeng Swasta Olah 2 Juta Ton Beras Cadangan Jadi Premium

CNN Indonesia
Senin, 13 Jul 2026 20:00 WIB
Perum Bulog menggandeng Perpadi untuk mengolah 2 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) menjadi beras komersial, khususnya yang berkualitas premium. (CNN Indonesia/ Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog menggandeng Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi Seluruh Indonesia (Perpadi) untuk mengolah 2 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) menjadi beras komersial, khususnya yang berkualitas premium.

Langkah itu dilakukan karena Bulog mengaku tidak memiliki kapasitas penggilingan yang cukup untuk menyelesaikan target tersebut dalam waktu sekitar empat bulan.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kerja sama itu merupakan bagian dari persiapan pemerintah mengolah stok CBP menjadi beras komersial sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Bulog sendiri tidak akan mampu untuk mengolah sebesar itu. Oleh karena itu kami bersinergi dengan Perpadi untuk mengolah cadangan beras pemerintah sejumlah 2 juta ton menjadi beras komersial," ujar Rizal usai rapat koordinasi bersama Perpadi di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/7).

Menurut Rizal, seluruh perwakilan Perpadi dari berbagai daerah telah menyatakan kesediaannya mendukung program tersebut.

Kerja sama itu juga disebut menjadi kelanjutan sinergi yang sebelumnya dilakukan dalam penyerapan gabah dan beras petani.

Ia menjelaskan seluruh beras yang akan diolah berasal dari stok CBP yang saat ini tersimpan di gudang Bulog. Beras tersebut nantinya diproses kembali melalui mekanisme rice to rice hingga memenuhi standar beras premium.

"Betul sekali, menjadi premium. Jadi tidak hanya pengadaan ataupun serapan gabah menjadi beras, tapi juga pengolahannya menjadi beras premium," ujarnya.

Rizal menambahkan konsep pengolahan tersebut juga akan dibawa ke rapat koordinasi terbatas (rakortas) pemerintah. Sebelumnya, Bulog telah mengusulkan rebranding beras SPHP menjadi Beras Kita yang juga disiapkan dengan target produksi sekitar 2 juta ton.

Untuk memenuhi target tersebut, Bulog tidak hanya melibatkan Perpadi, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan penggilingan swasta lain yang memenuhi persyaratan.

Menurut Rizal, Bulog menetapkan standar yang ketat bagi penggilingan yang akan menjadi mitra. Hanya penggilingan yang mampu menghasilkan beras berkualitas yang akan dilibatkan dalam program tersebut.

"Yang kita libatkan adalah penggilingan-penggilingan yang memiliki standardisasi yang sudah ditentukan, yang bisa mencetak beras-beras berkualitas," ujarnya.

Ia mengatakan beras yang dihasilkan harus memenuhi standar kebersihan, higienitas, dan kualitas sehingga layak dikonsumsi masyarakat.

"Kita akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Beras harus bersih, sehat, higienis, dan bervitamin sehingga betul-betul bermanfaat saat dikonsumsi masyarakat," ujarnya.

Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso mengatakan pihaknya siap mendukung program pengolahan CBP menjadi beras premium.

Menurut Sutarto, kerja sama dengan Bulog bukan hal baru karena sebelumnya kedua pihak juga berkolaborasi dalam program penyerapan gabah petani.

"Kita sepakat akan melakukan ini dengan sebaik-baiknya. Kami sepenuhnya mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah menuju kemandirian pangan dan kedaulatan pangan," kata Sutarto.

Sementara itu, Rizal juga mengungkapkan capaian penyerapan beras Bulog tahun ini terus meningkat. Hingga 13 Juli 2026, sejumlah wilayah seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, serta beberapa kabupaten dan kota lainnya telah mencapai 100 persen target penyerapan beras.

Menurutnya, Jawa Timur bahkan telah memenuhi target penyerapan sekitar 970 ribu ton lebih cepat dari jadwal.

Dengan masih tersisa sekitar lima bulan hingga akhir tahun, Bulog memperkirakan sejumlah daerah berpeluang melampaui target penyerapan yang telah ditetapkan.

Rizal mengatakan capaian tersebut tak lepas dari dukungan Perpadi yang selama ini menjadi mitra Bulog dalam penyerapan gabah hingga pengolahan beras.

"Oleh karena itu inilah capaian yang luar biasa menurut kami, hari ini ada beberapa provinsi kami khususnya pimpinan wilayah kami yang sudah mencapai 100 persen dan potensinya berarti kan ke depan mereka bisa lebih dari 100 persen dari target yang diberikan. Ini luar biasa baik pencapaian serapan maupun pencapaian SPHP maupun bantuan pangan," tutur Rizal lebih lanjut.

(sfr/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK