Harga Minyak Naik Lagi ke US$85,28 Imbas Kian Panas Perang AS-Iran

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 11:20 WIB
Harga minyak dunia kembali naik 1 persen ke US$85 per barel pada Jumat (17/7) imbas konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/HO/Usman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (17/7) imbas konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas.

Eskalasi serangan kedua negara memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah, termasuk ancaman penutupan jalur pelayaran Laut Merah.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent naik US$1,05 atau naik 1,25 persen menjadi US$85,28 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,03 atau 1,3 persen menjadi US$79,98 per barel, sekaligus memangkas pelemahan pada sesi sebelumnya.

Sepanjang pekan ini, kedua kontrak acuan tersebut telah melonjak hampir 12 persen. Brent berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, sedangkan WTI berpotensi mencatat kenaikan mingguan kedua beruntun.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah AS dan Iran meningkatkan intensitas serangan di kawasan Teluk. Gencatan senjata yang sempat disepakati kedua negara praktis runtuh, sehingga kembali mengganggu arus ekspor minyak melalui Selat Hormuz.

Untuk pertama kalinya sejak nota kesepahaman penghentian konflik disepakati bulan lalu, militer AS melancarkan dua gelombang besar serangan udara dalam satu hari pada Rabu lalu, yang sebagian besar menyasar wilayah pesisir selatan Iran. Serangan tersebut berlanjut hingga Kamis.

Komando Pusat Militer AS menyatakan pasukannya memulai gelombang baru serangan terhadap Iran untuk malam keenam secara berturut-turut. Operasi itu disebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara sekitar, termasuk serangan ke pangkalan udara di Yordania.

Kekhawatiran pasar semakin meningkat setelah tiga sumber Reuters menyebut pemerintah Iran meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup jalur ekspor minyak melalui Laut Merah apabila AS menyerang infrastruktur energi Iran.

Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol mengatakan keamanan pasokan minyak masih menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya tensi geopolitik.

"Kita harus khawatir, dan saya khawatir jika situasi tidak membaik dalam beberapa minggu ke depan," kata Birol dalam sebuah forum di Washington.

Analis IG menilai secara teknikal harga WTI berpotensi menguji level pertengahan US$80 per barel apabila mampu bertahan di atas area support pada kisaran pertengahan US$70 per barel.

(ldy/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK