HARI ANAK NASIONAL

Tips Praktis Orang Tua Kenalkan Menabung dan Investasi ke Anak

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 12:02 WIB
Perencana keuangan membagikan tips mengajarkan anak menabung dan berinvestasi sejak dini. Ilustrasi. (Istockphoto/agrobacter).
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengajarkan anak mengelola uang sejak dini bukan sekadar soal nominal, tetapi membentuk kebiasaan dan karakter finansial mereka hingga dewasa.

Momen Hari Anak nasional yang diperingati setiap 23 Juli menjadi pengingat pentingnya membekali si kecil dengan literasi keuangan yang tepat dan menyenangkan.

Perencana Keuangan OneShildt Consulting Budi Rahardjo menekankan pentingnya bagi orang tua untuk memperkenalkan konsep menabung dan berinvestasi sejak dini kepada anak.

Menurut Budi, hal tersebut bertujuan untuk memperkenalkan salah satu keahlian hidup yang penting buat masa depannya nanti dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhannya dan merencanakan keuangan.

"Lagipula menabung dan berinvestasi adalah ilmu yang berkaitan dengan kebiasaan dan mindset, jika tidak dilatih sedari kecil maka menabung dan investasi hanya akan menjadi ilmu saja namun sulit untuk dilakukan," ungkap Budi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/7).

Mari simak berbagai tips praktis yang bisa diterapkan orang tua di rumah untuk mulai mengenalkan konsep menabung dan berinvestasi kepada anak.

1. Bertahap Sesuai Jenjang Usia

Budi menjelaskan edukasi keuangan perlu disesuaikan dengan daya tangkap anak di setiap usianya.

Pada usia balita, anak cukup dikenalkan dengan fungsi dasar uang sebagai alat tukar. Setelah masuk usia sekolah dasar (SD) dan mulai bisa berhitung, orang tua dapat mengajari anak membandingkan kecukupan uang dengan harga barang.

"Ajak juga anak saat belanja untuk kebutuhan keluarga dengan mencari barang yang dibeli sesuai daftar belanja agar anak belajar disiplin anggaran. Ajari anak mengatur uang sakunya agar dapat ditabung daripada sekadar dikonsumsi," ujar Budi.

Sementara saat menginjak usia remaja, anak bisa dilatih melakukan proyek usaha sederhana seperti berjualan produk atau jasa. Memasuki jenjang SMA, orang tua sudah mulai bisa memperkenalkan konsep investasi yang mudah dan terjangkau.

2. Gunakan Target Barang Idaman sebagai Motivasi

Ia menyampaikan dalam membentuk kebiasaan menabung pada anak membutuhkan dorongan atau reward.

Budi menyarankan orang tua untuk menjadikan barang yang sangat diidamkan anak, seperti mainan sebagai target rencana tabungan mereka.

Jika tabungan sudah mencukupi, biarkan anak membelanjakan uangnya sesuai rencana awal. Hal ini akan memberikan kepuasan tersendiri dan membangun motivasi.

"Meskipun awalnya mungkin tujuan yang ingin dia raih dengan tabungannya adalah untuk hal yang konsumtif, namun perlahan ini nantinya bisa kita arahkan kepada tujuan keuangan yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi dirinya," tutur Budi.

3. Tanamkan Konsep "Kumpulkan Uang Sebelum Beli"

Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari menilai edukasi finansial di sekolah umumnya baru sebatas konsep menabung dasar, sedangkan topik investasi masih sangat jarang disentuh.

Padahal, mengenalkan pengelolaan uang sejak dini dapat membuka wawasan anak mengenai perencanaan hingga pemahaman risiko keuangan.

Untuk anak tingkat SD, Tejasari menekankan pentingnya menanamkan pemahaman bahwa barang yang harganya mahal tidak bisa didapatkan secara instan. Anak harus paham bahwa ada proses mengumpulkan uang terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu.

"Untuk SD, mulai diajarkan dengan konsep menabung, bahwa untuk membeli barang yang lebih mahal, kita perlu mengumpulkan uang dulu dan membeli barang sesuai dengan uang yang kita miliki," jelas Tejasari.

4. Terapkan Sistem Insentif (Matching Fund)

Untuk menjaga semangat anak agar tidak lekas bosan, Tejasari menyarankan orang tua memberikan insentif atau sistem matching fund saat anak berhasil menyisihkan uang sakunya.

Ia mencontohkan jika anak berhasil menabung sebesar Rp50 ribu dari uang jajan harian, orang tua dapat turut menambahkan nominal yang sama ke dalam tabungan tersebut.

"Misalnya setiap mereka menabung Rp50 ribu dari uang jajannya, maka kita juga menambah sebesar Rp50 ribu. Pilihlah cara-cara yang menyenangkan sehingga anak-anak menjadi semangat untuk menabung," pungkas Tejasari.

(fln/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK