Rilis Panda Bond Perdana, Pemerintah Raup Rp18,5 T dari Investor China

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jul 2026 19:55 WIB
Pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi Yuan China (Panda Bond) senilai 7 miliar yuan. Ilustrasi. (REUTERS/Carlos Barria).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu), untuk pertama kalinya menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi Yuan China (Panda Bond).

Surat utang diterbitkan dengan nilai 7 miliar yuan atau setara Rp18,5 triliun (asumsi kurs Rp2.647 per yuan), dengan tenor 3 tahun (RICNY0729) dan 5 tahun (RICNY0731).

Seri RICNY0729 memiliki nilai penerbitan 5,6 miliar yuan dengan kupon 1,90 persen dan jatuh tempo pada 30 Juli 2029.

Sementara itu, seri RICNY0731 memiliki nilai penerbitan 1,4 miliar yuan dengan kupon 2,19 persen dan jatuh tempo pada 30 Juli 2031.

Kedua surat utang tersebut memiliki tanggal pricing pada 23 Juli 2026 dan tanggal setelmen pada 30 Juli 2026 atau T+5.

"Dengan mengoptimalkan momentum positif di pasar obligasi domestik Tiongkok, Pemerintah melaksanakan penerbitan perdana Panda Bonds pada tanggal 23 Juli 2026," tulis keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan pada Jumat (24/7).

Transaksi ini disebut mendapat sambutan yang sangat baik dari investor di pasar domestik China dengan total peak orderbook mencapai sekitar 17 miliar yuan atau bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali.

Besarnya permintaan investor disebut memungkinkan Pemerintah memperoleh biaya pendanaan yang efisien melalui penetapan tingkat imbal hasil (yield) yang kompetitif.

"Tingginya order book dan pricing yang kompetitif mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi dan kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia, komunikasi yang efektif dengan investor di China, serta pemanfaatan momentum pasar yang tepat," tulis keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyatakan hasil penerbitan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026.

Surat Utang Negara Panda Bonds yang diterbitkan dalam transaksi ini memperoleh peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd.

Bank of China Limited bertindak sebagai Lead Underwriter dan Lead Bookrunner, sedangkan China International Capital Corporation Limited, CITIC Securities Co., Ltd., DBS Bank (China) Limited, dan Industrial and Commercial Bank of China Limited bertindak sebagai Joint Lead Underwriters dan Joint Bookrunners.

Agricultural Bank of China Limited, China Construction Bank Corporation, dan The Export-Import Bank of China bertindak sebagai Co-Managers dalam transaksi ini.

(dhz/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK