BPJS Kesehatan Tegaskan Bot Telegram EDABU Bukan Kanal Resminya
BPJS Kesehatan menegaskan kanal Telegram bernama "EDABU BPJS BOT" bukan kanal resmi milik mereka. Penegasan itu disampaikan menanggapi beredarnya isu penjualan data pribadi melalui kanal tersebut.
"Kanal Telegram 'EDABU BPJS BOT' TIDAK dibuat, dimiliki, maupun dikelola oleh BPJS Kesehatan," tulis BPJS Kesehatan dalam klarifikasi resmi lewat akun Instagram @bpjskesehatan_ri, Minggu (2/8).
Lihat Juga : |
BPJS Kesehatan juga memastikan data yang dijual dan disebar kanal Telegram itu bukan berasal dari sistem mereka.
"Informasi dari data yang beredar sangat berbeda dengan sistem data kami," lanjut keterangan tersebut.
Dalam materi klarifikasinya, BPJS Kesehatan turut menampilkan tangkapan layar antarmuka bot Telegram tersebut. Bot itu menampilkan sejumlah menu penelusuran data yang ditawarkan dengan satuan token berbayar.
Beberapa menu yang terlihat antara lain penelusuran nomor induk kependudukan, kartu keluarga, data siswa, data perusahaan, hingga data gaji. Terdapat pula tombol pembelian token pada antarmuka bot tersebut.
Imbau waspada
Selain membantah kepemilikan kanal itu, BPJS Kesehatan mengingatkan masyarakat soal risiko penipuan yang membawa-bawa nama lembaganya.
"Mohon untuk selalu berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan, serta waspadai pelanggaran hukum terkait penyebaran data pribadi," tulis mereka.
Hingga Minggu (2/8) sore, unggahan klarifikasi tersebut telah disukai lebih dari 1.500 akun dan dibagikan ulang 278 kali.
Lihat Juga : |
Untuk pengecekan kepesertaan maupun layanan lainnya, BPJS Kesehatan meminta masyarakat hanya mengakses tiga kanal resmi, yakni aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, dan Care Center 165.
BPJS Kesehatan turut mengajak masyarakat menyebarkan klarifikasi tersebut agar tidak ada lagi warga yang termakan informasi keliru soal kanal-kanal yang mencatut namanya.
"Lindungi data dirimu dan selalu gunakan jalur yang resmi," tutur mereka.
(fea)