Pedestrian Deck Dukuh Atas Rp300 M Pangkas Waktu Jalan Kaki 5 Menit

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 04:45 WIB
PT MRT Jakarta (Perseroda) mengklaim Pedestrian Deck Dukuh Atas senilai sekitar Rp300 miliar dapat memangkas waktu tempuh pejalan kaki hingga lima menit. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Febria Adha L).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengklaim pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas senilai sekitar Rp300 miliar dapat memangkas waktu tempuh pejalan kaki hingga lima menit pada sejumlah rute di kawasan transit tersebut.

Penghematan waktu terbesar diproyeksikan terjadi pada perjalanan dari kawasan Landmark menuju Gedung Shangri-La yang selama ini dinilai memutar dan kurang efisien.

Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta Agus Trihan mengatakan kajian perpindahan antarmoda telah dilakukan dalam tahap perencanaan proyek. Hasilnya menunjukkan efisiensi waktu berbeda-beda bergantung pada rute yang dilalui pejalan kaki.

"Ada, ada (kajian durasi perpindahan antarmoda). Jadi sebenarnya kalau kajian itu sebenarnya titiknya itu banyak banget, yang saya ingat ya," ujar Agus di Transport Hub MRT Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

Menurut dia, penghematan waktu perpindahan antarmoda rata-rata berkisar dua hingga tiga menit. Namun, manfaat paling besar justru dirasakan pada koneksi pejalan kaki di luar perpindahan antarmoda.

"Yang saya ingat itu yang sebenarnya paling problematik adalah kalau dari titik antarmoda ini sebenarnya yang ada penghematan sekitar dua-tiga menit. Tapi yang paling signifikan adalah dari sisi Landmark mau ke Shangri-La," ujarnya.

Agus menjelaskan saat ini pejalan kaki dari kawasan Landmark menuju Shangri-La harus turun ke permukaan jalan, berjalan memutar ke arah selatan, kemudian kembali naik untuk mencapai tujuan.

Dengan pedestrian deck, perjalanan tersebut dipangkas menjadi jalur yang lebih langsung.

"Sekarang ini yang paling kacau karena dia harus dari bawah mulai ke atas, ke selatan, baru ke sini lagi, baru bisa ke sini (arah GRHA BNI) kan. Dan itu saya rasa bisa menghemat sekitar empat-lima menit. Jadi setelah sekarang tinggal naik dari sini (Landmark) sampai kan. Jadi itu yang paling signifikan untuk pengurangan durasi perjalanan tempuhnya sih," ujarnya.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan Pedestrian Deck Dukuh Atas yang diproyeksikan sebagai penghubung kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.

Infrastruktur itu akan mengintegrasikan sedikitnya enam moda transportasi, yakni MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan TransJakarta.

Saat pencanangan proyek pada Juni lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pedestrian deck dirancang untuk menciptakan seamless mobility atau perpindahan antarmoda yang lebih nyaman. Menurutnya, masyarakat tidak lagi harus berpindah moda dalam kondisi terpapar panas maupun hujan.

Selain memangkas waktu tempuh, proyek tersebut juga diharapkan memperkuat konektivitas pejalan kaki di kawasan yang selama ini masih terfragmentasi.

Investasi Rp300 Miliar

Di sisi pendanaan, Agus mengungkapkan nilai investasi proyek berdasarkan hasil studi kelayakan berada di kisaran Rp300 miliar. Saat ini MRT Jakarta masih menjalankan proses tender kontraktor sehingga nilai final proyek belum ditetapkan.

"Ini lagi tender ya. Tapi kita udah umumin kemarin roughly Rp300-an miliar," ujarnya.

TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta Sagita Devi mengatakan proyek tersebut tidak akan menggunakan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

"Untuk pendanaannya sendiri ini akan by MRT jadi tidak menggunakan pembiayaan APBD ya. Jadi untuk saat ini 50 persen sih kita masih akan menggunakan investasi MRT, 50 persen lagi mungkin kita sedang sebagian akan menggunakan dana MRT, sebagian kita sedang rencananya akan menggunakan loan gitu," ujar Sagita.

Agus menambahkan MRT Jakarta juga belum berencana menggunakan skema penanaman modal swasta alias private placement maupun pendanaan melalui obligasi. Menurut dia, penggunaan pendanaan internal dinilai memudahkan pengelolaan aset setelah proyek selesai dibangun.

"Sejauh ini enggak (ada penanaman modal swasta), karena kalau misalnya ada pendanaan lain, nanti larinya ke isu aset. Kalau sekarang, kalau kita bangun dengan dana MRT, asetnya punya MRT, jadi ketika nanti kita bangun di atas Pemprov, urusan asetnya enak gitu, bahwa kita menyewa lahan Pemprov, asetnya punya MRT," ujarnya.

Nama Resmi Masih Disiapkan

Selain perkembangan proyek, MRT Jakarta juga meminta publik mulai menggunakan penyebutan 'Pedestrian Deck Dukuh Atas' alih-alih 'Cincin Donat' yang selama ini telanjur populer karena bentuk bangunannya yang melingkar.

"Ini titipan juga nih. Jadi kayaknya jangan (disebut) 'Cincin Donat' lagi deh. Pedestrian Deck Dukuh Atas aja. Itu yang dipakai Pak Gubernur juga. Jadi Cincin Donat coba kita lupakan lah. Jadi Pedestrian Deck Dukuh Atas aja yang kita bawa," kata Agus.

Sementara itu, Sagita mengatakan nama resmi proyek masih akan ditentukan kemudian. Di sisi lain, MRT Jakarta juga membuka peluang kerja sama naming rights dengan mitra sebagai bagian dari pengembangan kawasan.

"Untuk naming rights-nya sendiri ini memang masih dalam proses pencarian mitra. Jadi mungkin nanti kita akan tawarkan juga untuk naming rights ini sendiri ke mitra-mitra MRT," ujarnya.

Menurut Sagita, peluang tersebut juga sejalan dengan arahan Pramono yang sebelumnya mendorong pemilik gedung dan pemilik lahan di sekitar kawasan untuk berpartisipasi.

Ia menilai Pedestrian Deck Dukuh Atas berpotensi menjadi salah satu ikon baru Jakarta, tidak hanya sebagai penghubung antarmoda, tetapi juga sebagai contoh pembangunan infrastruktur perkotaan yang melintasi sungai dan jalan layang dengan tingkat kompleksitas yang berbeda dibandingkan proyek serupa di negara lain.

Sebelumnya, Pramono menyatakan pedestrian deck tersebut belum memiliki nama resmi dan akan ditentukan melalui sayembara terbuka. Menurut Pramono, nama 'Cincin Donat' yang selama ini beredar hanya merupakan sebutan informal berdasarkan bentuk bangunannya.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK