Canda Purbaya ke IMF-Bank Dunia: I'm The Most Unlucky Minister
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sempat berkelakar menjadi menteri paling tidak beruntung di dunia saat bertemu International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia pada April lalu.
"Ketika saya pergi ke pertemuan IMF dan World Bank bulan April terakhir, saya bilang kepada mereka saya adalah menteri paling tidak beruntung di dunia," ujar Purbaya dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8).
Menurut Purbaya, tak lama setelah dirinya menjabat, Indonesia menghadapi gelombang demonstrasi besar.
Setelah situasi tersebut berhasil diredam, tekanan berikutnya datang dari keputusan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) kepada bursa saham Indonesia.
Belum selesai menghadapi persoalan tersebut, Indonesia kembali dihadapkan pada berbagai sentimen negatif yang muncul dari laporan lembaga pemeringkat internasional.
"Ketika saya menjabat, saya menghadapi demonstrasi yang besar. Setelah kami menstabilkan demo, saya menghadapi MSCI. Kemudian, saya menghadapi berita negatif dari Fitch dan Moody's. Setelah kami menyelesaikan semuanya, kemudian ada perang di Iran," terangnya.
Purbaya pun mengatakan kalau ia juga menerima keraguan dari sejumlah ekonom mengenai kapasitas dirinya sebagai menteri keuangan.
"Mereka tidak menyukai saya. Mereka bilang menterinya tidak cukup bagus," ujarnya.
Menurut dia, Indonesia sebenarnya menunjukkan capaian ekonomi yang positif di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
Ia menilai pemerintah dan Bank Indonesia mampu menjaga kebijakan fiskal dan moneter tetap berjalan baik di tengah tekanan ekonomi dan politik.
"Faktanya, kami menjalankan kebijakan fiskal dan moneter di tengah kondisi ekonomi dan politik yang sangat tidak pasti, tetapi kami masih berhasil tumbuh lebih dari lima persen. Ini adalah pencapaian menurut saya," ujar Purbaya.
Ia pun menegaskan akan membuktikan pesimisme sejumlah ekonom tersebut tidaklah tepat.
"Namun, ekonom-ekonom itu masih menganggap itu tidak cukup baik. Saya akan membuktikan kepada mereka bahwa mereka salah," ujar Purbaya.
Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 berjalan lebih lambat dibandingkan harapannya.
Meski demikian, Purbaya optimistis kinerja ekonomi akan membaik pada kuartal berikutnya, mendekati angka enam persen.
(dhz/sfr)