Purbaya Gagal Beli Harley-Davidson Harga Diskon, Ini Alasannya
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bercerita tidak bisa membeli motor Harley-Davidson dengan harga diskon karena khawatir dianggap sebagai gratifikasi.
Cerita itu disampaikan Purbaya saat menghadiri GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8).
Purbaya mengaku sempat dijanjikan bonus atau potongan harga untuk motor Harley-Davidson jika dirinya berhasil mendorong perekonomian Indonesia menjadi lebih baik.
"Dia bilang kalau bisa memajukan ekonomi bakal dapat bonus kalau beli Harley. Saya sudah senang. Oke, saya beli Harley ada bonusnya, diskon lah," ujar Purbaya.
Namun, niat tersebut urung dilakukan setelah mendapat masukan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan.
Purbaya mengatakan diskon yang diberikan kepadanya dapat dianggap sebagai gratifikasi, sehingga ia harus membeli motor dengan harga normal.
"Tapi, Sekjen saya bilang, 'Kalau diskon itu gratifikasi, jadi enggak boleh. Bapak harus bayar pada harga penuh.' Yah lemas gua," ujar Purbaya sambil berkelakar.
Dalam kunjungannya ke GIIAS 2025, Purbaya juga menyempatkan diri berkeliling area pameran otomotif tersebut. Salah satu stan yang dikunjunginya adalah Harley-Davidson. Di lokasi itu, ia melihat sejumlah motor yang dipamerkan.
Perhatian Purbaya sempat tertuju pada beberapa model seperti Harley-Davidson Fat Boy, Street Glide, dan Heritage Classic.
Ia bahkan sempat menaiki dua dari tiga motor tersebut. Purbaya tampak beberapa kali tersenyum lebar saat berada di atas motor yang dipamerkan.
Selain mengunjungi stan Harley-Davidson, Purbaya juga mendatangi sejumlah stan produsen otomotif lain, di antaranya GWM, Xpeng, MG, DFSK, Isuzu, Mercedes-Benz, dan BMW.
(dhz/ins)